BANGKA TENGAH — Tiga puluh armada yang terdiri dari 29 bus dan satu angkutan kota (angkot) kini melayani mobilitas pelajar di delapan kecamatan Kabupaten Bangka Tengah. Namun di balik operasional harian itu, pemerintah daerah tengah berjuang mencari pengganti kendaraan yang rata-rata sudah beroperasi lebih dari satu dekade.
Kepala Diperkimhub Bangka Tengah Rahmat Wibowo mengatakan, seluruh armada yang beroperasi tetap dijaga kelayakannya melalui pemeriksaan rutin dan uji KIR setiap enam bulan. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengoperasian angkutan pelajar ini.
"Armada untuk mengangkut pelajar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka Tengah tetap kita jaga kelayakannya melalui perawatan dan KIR setiap enam bulan," ujarnya, Rabu (12/8/2026).
Persoalan muncul ketika usia kendaraan tidak lagi muda. Sebagian besar bus yang melayani rute pelajar saat ini rata-rata berumur di atas 10 tahun. Kondisi ini mendorong pemkab untuk mengajukan pengadaan unit baru.
"Kondisi mobil sudah tua, rata-rata usianya hampir 10 tahun ke atas. Sehingga memerlukan untuk dilakukan penambahan armada terbaru," ungkap Rahmat Wibowo.
Pemkab Bangka Tengah tidak tinggal diam. Dua sumber pendanaan tengah dibidik untuk peremajaan armada, yakni bantuan dari Kementerian Perhubungan dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BUMN.
"Kalau berbicara Kementerian Perhubungan dan CSR BUMN, kita usulkan terus-menerus," katanya.
Upaya ini bukan yang pertama kali dilakukan. Pada 2019 silam, Bangka Tengah pernah menerima bantuan kendaraan jenis Elf dari Kemenhub. Sejak awal tahun, proposal baru kembali dilayangkan untuk memperkuat dan memperbarui armada yang ada.
"Yang memiliki peluang adalah Kementerian Perhubungan. Dari awal tahun kita sudah sampaikan. Proposal sudah kita sampaikan. Bangka Tengah paling rajin mengajukan," tuturnya.
Meski proposal telah masuk, realisasi bantuan masih menggantung. Pemerintah pusat belum memberikan kepastian jumlah maupun jenis armada yang akan disetujui karena seluruh usulan masih dalam tahap evaluasi.
Rahmat memperkirakan kepastian tersebut baru diketahui pada akhir tahun. "Namun hingga saat ini memang masih menunggu informasi lebih lanjut. Biasanya akhir tahun, sekitar Oktober, baru kita mengetahui ada atau tidaknya bantuan," terangnya.
Keberadaan armada angkutan pelajar menjadi tulang punggung mobilitas siswa di daerah ini. Layanan ini tidak hanya meringankan beban transportasi keluarga, tetapi juga memastikan anak-anak di seluruh kecamatan dapat menjangkau sekolahnya.
Di tengah menunggu kepastian bantuan pusat, pemkab harus menyeimbangkan antara biaya perawatan kendaraan tua dan kebutuhan mendesak akan armada baru. Keputusan Kemenhub dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan kelanjutan layanan transportasi pelajar di Bangka Tengah.