BANGKA — Tradisi Rebo Kasan di Air Anyir kembali digelar sebagai momentum mempererat persaudaraan warga. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebut tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan cermin nilai-nilai Islam yang hidup di tengah masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Biro Kesra Provinsi Bangka Belitung, Yasir Mustafa. Acara berlangsung di Dusun Temberan, Air Anyir, dan dirangkaikan dengan tasyakuran peresmian Masjid Baitul Islam.
Gubernur menilai Rebo Kasan merupakan warisan budaya yang masih terpelihara dengan baik hingga kini. Tradisi ini mengajarkan nilai kebersamaan, gotong royong, rasa syukur, serta ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT.
"Tradisi Rebo Kasan mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, rasa syukur dan ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT," jelasnya.
Menurutnya, kearifan lokal semacam ini merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga. Pelaksanaannya pun hendaknya dilandaskan pada nilai-nilai keislaman agar budaya dan agama berjalan beriringan dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis.
Peresmian Masjid Baitul Islam menjadi bagian tak terpisahkan dari gelaran adat kali ini. Keberadaan masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat menunaikan ibadah salat, tetapi juga pusat pembinaan umat.
Yasir Mustafa mengatakan masjid diharapkan menjadi tempat menuntut ilmu, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat kehidupan beragama di tengah masyarakat.
"Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur tetapi juga oleh kekuatan iman, akhlak, persatuan dan kepedulian sosial masyarakat," kata dia.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen mendukung pelestarian nilai-nilai budaya daerah yang positif. Dukungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan beragama di wilayah tersebut.
Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjadikan tradisi Rebo Kasan sebagai momentum penting. Tradisi ini dinilai mampu memelihara semangat gotong royong, menjaga kerukunan, serta membangun Bangka Belitung menjadi daerah yang maju, religius, berbudaya, dan sejahtera.
Pelestarian tradisi ini juga menjadi pengingat bahwa identitas budaya dan nilai keagamaan dapat tumbuh berdampingan. Masyarakat Air Anyir pun diharapkan terus menjaga warisan leluhur ini dari generasi ke generasi.