PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana. Salah satu langkah konkretnya dengan menerapkan layanan Babel Siaga secara digital yang bisa diakses gratis oleh seluruh masyarakat.
"Kami terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana musim kemarau ini," kata Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Kamis.
Sistem ini dirancang tidak sekadar menjadi papan informasi kebencanaan. Babel Siaga dilengkapi deteksi lokasi otomatis berbasis Global Positioning System (GPS), sehingga laporan warga langsung diarahkan ke petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sesuai wilayah kerja.
"Saat masyarakat melaporkan kejadian karhutla, sistem langsung mengidentifikasi posisi pelapor dan mengarahkan laporan tersebut kepada petugas BPBD sesuai wilayah kerja terkait," jelasnya.
Prosedur pelaporannya praktis. Warga cukup membuka laman melalui peramban ponsel, mengizinkan akses GPS, memilih jenis kejadian darurat, lalu mengirimkan laporan via WhatsApp melalui draf pesan otomatis yang telah disiapkan sistem.
Fitur pemantauan titik panas menjadi andalan utama layanan ini. Data satelit NASA dan Himawari diolah dan ditampilkan dalam peta digital yang diperbarui secara berkala setiap 10 menit.
Masyarakat juga bisa mengaktifkan fitur peringatan dini pada menu Titik Panas Satelit. Begitu fitur ini aktif, pengguna akan menerima notifikasi pada ponsel pintar setiap kali terdeteksi titik panas baru. Potensi karhutla pun bisa diketahui dan ditangani lebih awal.
Selain pemantauan titik panas, Babel Siaga menyediakan beragam informasi pendukung kebencanaan. Mulai dari prakiraan cuaca, potensi hujan harian, kondisi pasang surut air laut, peta rawan bencana, hingga saluran pelaporan darurat.
Keunggulan lain, portal ini tidak mengharuskan warga mengunduh aplikasi khusus atau membuat akun pengguna. Laman www.babelsiaga.com dapat ditambahkan ke layar utama ponsel agar mudah dijangkau saat kondisi darurat.
Daftar nomor telepon darurat tetap dapat diakses meskipun koneksi internet terganggu. "Melalui inovasi ini, Pemprov Kepulauan Babel berkomitmen membangun sistem penanggulangan bencana yang responsif, berbasis data, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat," kata Hidayat Arsani.