PANGKALPINANG — TNI Angkatan Darat (AD) bersama pemerintah daerah memetakan lokasi pembangunan infrastruktur program Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses dan membutuhkan pembangunan jembatan penghubung.
Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis di Pangkalanbaru, Jumat, mengatakan pemerintah daerah dapat menyampaikan data lokasi yang membutuhkan pembangunan jembatan untuk selanjutnya diverifikasi oleh jajaran TNI AD.
"Apabila ada tempat-tempat lain yang membutuhkan pembangunan jembatan, kita minta datanya, kita cek, nanti kita masukkan dalam program selanjutnya," kata Ujang.
Pembangunan jembatan harus diarahkan pada lokasi yang memiliki kebutuhan akses nyata. Dengan begitu, manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat, terutama untuk mendukung mobilitas dan keterhubungan antarwilayah.
Sebelumnya, TNI AD sudah merampungkan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kolong Aik Beguruh, Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru. Jembatan selebar sekitar lima meter itu menghubungkan Kelurahan Dul dengan Desa Beluluk.
Keberadaan jembatan ini memangkas waktu tempuh masyarakat yang sebelumnya harus menggunakan jalur alternatif karena jembatan lama tidak lagi layak dilalui.
Program Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari target nasional pembangunan 2.500 jembatan dan 3.000 titik air bersih. Program ini dirancang untuk membuka akses masyarakat di berbagai wilayah yang selama ini terisolasi.
Ujang meminta pemerintah daerah dan masyarakat menjaga jembatan yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. "Kami titip untuk dirawat, sehingga ke depan bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama," katanya.
Pemetaan yang dilakukan TNI AD bersama pemerintah daerah ini menjadi bagian dari koordinasi untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur penghubung di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses di Bangka Belitung.