PANGKALPINANG — Peringatan detik-detik Proklamasi di lingkungan PT TIMAH (Persero) Tbk tahun ini berlangsung lebih dari sekadar pengibaran bendera. Perusahaan pelat merah itu menjadikan momen HUT ke-81 RI sebagai refleksi atas tantangan industri pertambangan yang kian kompleks, sekaligus pengingat akan tanggung jawab terhadap bangsa.
Upacara digelar serentak di kantor pusat Pangkalpinang dan sejumlah wilayah operasional perusahaan. Di kantor pusat, Direktur Produksi dan Komersial PT TIMAH, Ilhamsyah Mahendra, bertindak sebagai inspektur upacara.
Restu Widiyantoro menyebut nilai persatuan dan gotong royong yang diwariskan para pahlawan relevan dengan operasional perusahaan saat ini. Menurutnya, semangat itu harus diterjemahkan ke dalam aktivitas kerja sehari-hari.
"Kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai persatuan dan gotong royong diharapkan terus diterapkan dalam aktivitas perusahaan, sehingga dapat mendukung pencapaian kinerja sekaligus memberikan manfaat dan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa," kata Restu.
Tekanan terhadap tata kelola pertambangan timah di Bangka Belitung disebut menjadi latar belakang pentingnya penegasan komitmen ini. Perusahaan tidak hanya dituntut menjaga produksi, tetapi juga memastikan setiap langkah operasional berdampak positif bagi daerah.
Melalui peringatan kemerdekaan ini, PT TIMAH ingin memperbarui komitmennya dalam menjalankan praktik pertambangan yang berintegritas. Pesan tersebut disampaikan langsung kepada karyawan yang tersebar di berbagai lokasi kerja.
Kedisiplinan dan antusiasme para karyawan terlihat sepanjang prosesi upacara berlangsung. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para pahlawan.