PANGKALPINANG — Tabligh akbar Maulid Nabi di Masjid Al-Hidayah, Kecamatan Gabek, berubah menjadi ruang kritik sosial. Alih-alih hanya membahas sirah nabawiyah, jajaran Pemerintah Kota Pangkalpinang justru menyentil kebiasaan warga yang dinilai sudah kalah bersaing dengan telepon seluler.
Agustu Efendi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, melontarkan candaan yang langsung mengundang tawa jamaah saat menggambarkan rutinitas harian masyarakat modern.
"Bangun tidur dicari HP, sebelum tidur HP dimatikan. Kita sekarang sudah bersaing dengan HP," ujarnya di hadapan jamaah Majelis Taklim An-Nisa, Rabu (19/8/2026).
Meski disampaikan dengan gaya santai, pesan yang dibawa Agustu cukup serius. Ia menilai teknologi digital yang seharusnya mempermudah hidup justru berpotensi mengambil alih kendali kehidupan manusia.
Menurut Agustu, dampak negatif gawai sudah mulai terasa di lingkungan masyarakat. Interaksi antaranggota keluarga tergerus, aktivitas harian terganggu, dan waktu untuk hal-hal yang lebih bermanfaat menjadi berkurang.
Ia juga menyinggung kebiasaan belanja daring yang kian masif melalui berbagai platform digital. Fenomena ini dinilai turut mengubah perilaku konsumsi warga tanpa diimbangi kontrol yang memadai.
"Ini akan saya usulkan juga kepada Pak Wali Kota. Kita ini sudah cemburu dengan HP," tuturnya.
Agustu mengungkapkan bahwa Pemkot Pangkalpinang sebelumnya telah menerbitkan surat edaran khusus terkait pembatasan penggunaan gawai bagi anak sekolah. Ia kini membuka peluang agar aturan serupa diterapkan di lingkungan masyarakat yang lebih luas.
Langkah ini dinilai perlu untuk menekan dampak negatif teknologi yang terus berkembang. Ia berharap masyarakat bisa kembali memegang kendali atas penggunaan perangkat digitalnya.
Di sela-sela penyampaian tersebut, Agustu memberikan apresiasi kepada Majelis Taklim An-Nisa yang konsisten menghidupkan kegiatan keagamaan di Kecamatan Gabek. Menurutnya, tabligh akbar tidak boleh berhenti menjadi seremoni tahunan belaka.
"Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua dan kita mendapatkan rahmat dari Allah SWT," kata Agustu.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua MUI Kota Pangkalpinang, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jajaran kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Gabek, serta tokoh masyarakat. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Habib Husein Assegaf.