KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Autodromo Nazionale Monza menjadi saksi salah satu balapan Formula 1 paling dramatis musim ini. Start dari posisi ke-19 akibat penalti unit tenaga, Antonelli mampu memangkas 18 posisi hanya dalam 18 lap, lalu terlibat pertarungan sengit dengan Russell yang start dari baris terdepan untuk memperebutkan kemenangan di depan publik sendiri.
Kemenangan ini terasa spesial karena terjadi di kandang sendiri. Antonelli adalah pebalap Italia pertama yang memenangi Grand Prix Italia sejak era Michael Schumacher di Ferrari, dan ia melakukannya dengan comeback yang jarang terlihat di era mobil modern.
Drama dimulai sejak lap-lap awal. Pierre Gasly sempat memimpin dari pole position, namun Russell mengambil alih posisi terdepan pada lap kedua. Di belakang mereka, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton terlibat duel ketat yang berakhir dengan Hamilton melebar ke gravel.
"Charles mendorong saya keluar!" teriak Hamilton melalui radio tim.
Beberapa saat kemudian, Leclerc kehilangan kendali atas Ferrari-nya saat keluar dari Curva Alboreto. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas, memaksa Race Control mengeluarkan Safety Car dan kemudian bendera merah. Leclerc keluar dari mobil tanpa bantuan dan dilaporkan tidak mengalami cedera serius.
Setelah perbaikan pembatas selesai, prosedur standing start sempat gagal karena Yuki Tsunoda tidak berada di posisi grid yang benar. Balapan akhirnya dimulai ulang satu lap kemudian.
Setelah start ulang, Russell langsung memimpin. Max Verstappen naik ke posisi ketiga, sementara Antonelli mulai merangkak naik dari belakang. Franco Colapinto yang keluar lintasan di Lesmo 1 membuka jalan bagi pebalap Mercedes tersebut untuk terus maju.
Pada Lap 12, Verstappen menyalip Russell untuk memimpin. Antonelli menyusul dengan melewati Lando Norris dan Oscar Piastri, sebelum menyalip Verstappen pada Lap 16. Dua lap kemudian, ia mengambil alih posisi terdepan dari Russell.
Setelah Antonelli memimpin, Verstappen melaporkan masalah pada mobilnya. "Mobil benar-benar rusak di bagian belakang," kata pebalap Red Bull itu melalui radio.
Perhatian kemudian beralih ke duel internal Mercedes. Antonelli dan Russell terus bertukar posisi karena perbedaan strategi penggunaan baterai dan kondisi ban. Mercedes sempat meminta Antonelli berhenti saling susul dan fokus membangun jarak dari Verstappen.
"Kimi, kami akan mencoba menghentikan aksi saling susul. Kami hanya perlu membangun jarak dari Verstappen," instruksi tim melalui radio.
Antonelli merespons dengan ketus: "Ya, tentu saja, sementara itu dia menyalip saya. Apakah Anda ingin saya hanya duduk di belakang, atau bagaimana?"
Ketegangan memuncak pada Lap 26 ketika Antonelli melebar di chicane pertama dan empat rodanya sempat masuk gravel. Ia tetap mampu melanjutkan balapan dan kembali mengejar Russell.
Memasuki pertengahan balapan, Mercedes mengambil keputusan berbeda untuk kedua pebalapnya. Antonelli masuk pit dan memakai ban medium baru, sementara Russell bertahan dengan ban hard yang sudah aus. Verstappen juga masuk pit untuk ban hard.
Keputusan itu membuat Russell unggul posisi sementara, tetapi performa bannya menurun drastis. Antonelli justru mendapatkan kecepatan baru dan kembali menempel ketat di lap-lap akhir. Duel salip-menyalip keduanya berlanjut hingga lima lap terakhir sebelum Antonelli akhirnya melewati garis finis sebagai pemenang.