KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Insiden memanas terjadi di SPD Bank Oriental Sports Center, Shanghai, saat Usman Nurmagomedov melompat ke dalam octagon untuk menolong kakaknya, Umar Nurmagomedov, yang baru saja tumbang di tangan Song Yadong. Momen yang terekam kamera memperlihatkan Usman nyaris melayangkan serangan siku berputar ke arah Yadong yang sedang berselebrasi. Kendati demikian, Usman akhirnya menahan diri dan memilih fokus pada kondisi Umar.
Spinning Elbow yang Nyaris Dilayangkan ke Arah Yadong
Kekalahan Umar di ronde kedua menjadi pukulan telak bagi tim Eagle MMA, tim milik Khabib Nurmagomedov. Setelah terkena pukulan keras dari Yadong, Umar langsung terkapar di kanvas. Yadong yang menyadari lawannya tak berdaya, sempat melayangkan dua pukulan tambahan sebelum wasit menghentikan pertandingan.
Dari situlah api kemarahan Usman muncul. Melihat kakaknya tak berdaya dan mendapat pukulan tambahan, ia spontan masuk ke dalam octagon. Perayaan Yadong yang berjalan mengelilingi arena justru membuat keduanya bertabrakan, memicu situasi yang nyaris berujung perkelahian.
"Itu Takdir Tuhan, Orang-Orang Terlalu Membesar-Besarkan"
Menanggapi tudingan yang dialamatkan kepadanya, Usman buka suara melalui unggahan di media sosial. Petarung berusia 28 tahun itu dengan tegas menolak anggapan bahwa dirinya berniat menyerang Yadong, dan menilai insiden tersebut bukanlah masalah besar.
"Hanya apa yang telah digariskan bagi kita yang akan menimpa kita. Dalam situasi apa pun - Alhamdulillah. Orang-orang membesar-besarkan hal ini menjadi tragedi yang luar biasa; mereka seharusnya tenang saja," kata Usman. "Ada hal-hal yang jauh lebih buruk; Anda tidak perlu berpikir panjang - lihat saja apa yang sedang terjadi di dunia. Dan mengenai tuduhan bahwa saya konon ingin memukul lawan dia. Jika saya memang ingin melakukannya, saya pasti sudah memukulnya."
Kritik Pedas untuk Para Pembenci: "Kalian Tidak Tahu Arti Keluarga"
Bukan hanya membantah tudingan, Usman juga melayangkan kritik tajam kepada netizen yang menyerangnya. Ia merasa bahwa orang-orang yang menghujatnya tidak pernah memahami ikatan emosional seorang saudara.
"Kalian orang-orang yang penuh kebencian, picik, dan iri hati - masalah kalian adalah kalian tidak pernah merasakan, dan tidak akan pernah merasakan, kasih sayang serta pengertian dalam keluarga. Jika kalian tidak tahu apa artinya seorang saudara bagi saudaranya, maka bukan saya yang patut dikasihani, melainkan diri kalian sendiri," tutup Usman dalam pernyataannya.