Pencarian

ARKO Garap 3 PLTS di Batam dan Bintan, Total Kapasitas Tembus 118 MW

Jumat, 28 Agustus 2026 • 11:23:01 WIB
ARKO Garap 3 PLTS di Batam dan Bintan, Total Kapasitas Tembus 118 MW
Panel surya terpasang di kawasan industri Batam dan Bintan untuk mendukung pasokan listrik hijau.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Langkah ini menandai pergeseran strategi ARKO. Jika sebelumnya perusahaan membeli proyek yang sudah beroperasi, kini untuk pertama kalinya mereka membangun PLTS dari nol sekaligus mengintegrasikan teknologi penyimpanan energi baterai (BESS).

Tiga Proyek Baru dengan Teknologi Penyimpanan

Proyek ketiga, keempat, dan kelima ini digarap melalui anak usaha PT Endorshine Energi Matahari (EEM). ARKO menandatangani perjanjian operational lease dengan tiga pengelola kawasan industri di Kepulauan Riau: PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC), PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), dan PT Bintan Resort Cakrawala (BRC).

Ketiga PLTS ini akan dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 28,3 megawatt hour (MWh). Teknologi ini menjadi pembeda utama dari portofolio PLTS sebelumnya.

"Kalau proyek PLTS pertama dan kedua yang baru saja kami akuisisi merupakan aset yang sudah siap beroperasi, kali ini kami akan membangun dari awal. Serta, untuk pertama kalinya kami akan mengintegrasikan BESS ke proyek PLTS tersebut," ujar Direktur ARKO, Ricky Hartono, Jumat (28/8).

Dengan BESS, listrik yang dihasilkan panel surya pada siang hari bisa disimpan dan dipakai saat kebutuhan meningkat, termasuk malam hari atau saat cuaca mendung. Ini menjawab kelemahan klasik energi surya yang bergantung pada cuaca.

Portofolio Terkini: PLTA dan PLTS

Setelah penambahan ini, ARKO mengelola 11 proyek pembangkit. Rinciannya, enam pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan total kapasitas 62,8 MW dan lima PLTS berkapasitas 55,3 MWp. Dari lima PLTS tersebut, tiga yang baru akan dipasangi BESS.

Sebelumnya, ARKO merampungkan akuisisi 99,9% saham PT Endorshine Energy Solutions (Endorshine) dari Yang Solar Solutions Pte Ltd. Akuisisi senilai yang tidak disebutkan ini membuat ARKO langsung mengoperasikan dua PLTS eksisting berkapasitas 21,3 MWp—masing-masing 10,27 MWp di Bintan dan 11,05 MWp di Batam.

Akuisisi itu dilakukan melalui PT Arkora Tenaga Matahari (ATM), kendaraan khusus yang dibentuk untuk ekspansi bisnis surya. Berdasarkan surat Kementerian Hukum yang terbit 24 Agustus 2026, Endorshine telah efektif berada di bawah ATM.

Amunisi Tumbuh dan Target NZE 2060

ARKO masih memegang pipeline proyek energi terbarukan dengan kapasitas lebih dari 300 MW. Ini menjadi ruang ekspansi sekaligus kontribusi pada target net zero emission (NZE) Indonesia 2060.

Presiden Direktur Arkora Hydro, Aldo Artoko, menyebut akuisisi dan pembangunan baru ini sebagai langkah strategis memperkuat posisi perusahaan di industri energi baru terbarukan (EBT) yang semakin terintegrasi.

"Akuisisi ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi dalam penyediaan energi bersih, sejalan dengan visi kami untuk menerangi Indonesia dengan energi terbarukan serta mendukung percepatan transisi energi nasional," kata Aldo, Kamis (27/8).

Dengan tambahan proyek di dua kawasan industri strategis tersebut, ARKO memperkuat posisinya sebagai pemain EBT yang tidak hanya menggarap tenaga air, tetapi juga surya dengan teknologi penyimpanan. Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan industri di Batam dan Bintan akan pasokan listrik hijau yang stabil.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks