KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Koreksi harga tersebut membalikkan posisi perdagangan sebelumnya yang masih bertengger di level Rp 45.900 per gram. Meski turun, perak Antam tetap menjadi salah satu instrumen investasi logam mulia yang banyak dilirik masyarakat, selain emas batangan.
Antam saat ini memasarkan tiga varian produk perak, yakni batangan 250 gram, batangan 500 gram, dan perak butiran murni dengan kadar 99,95 persen. Untuk perak batangan 250 gram, Antam membanderolnya di angka Rp 11.975.000, sementara varian 500 gram dibanderol Rp 23.025.000.
Intervensi Pemerintah AS dan Dampaknya ke Logam Mulia
Penurunan harga perak Antam sejalan dengan pelemahan harga perak dunia yang turun 1,64 persen ke level US$ 67,82 per ons. Namun, harga tersebut masih bertahan di dekat level tertingginya dalam dua bulan terakhir.
Pasar tengah mencermati langkah Departemen Keuangan AS yang memperluas program pembelian kembali (buyback) utang pemerintah berjangka panjang. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan volume pembelian kembali tersebut, sembari mengisyaratkan adanya rencana fiskal jangka panjang.
Spekulasi pasar menilai langkah ini hanya solusi sementara. Kekhawatiran akan risiko krisis utang AS, inflasi yang persisten, serta pelemahan nilai dolar kembali mencuat. Di sisi lain, permintaan industri terhadap perak tetap kuat, didorong transisi energi hijau, panel surya fotovoltaik, kendaraan listrik, hingga infrastruktur pusat data kecerdasan buatan (AI).
Emas Dunia Justru Menguat ke Level Tertinggi
Berbeda dengan perak, harga emas dunia justru melonjak 0,7 persen ke level US$ 4.635,39 per ons pada perdagangan Senin (24/8/2026), menembus level tertinggi sejak 14 Mei. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga naik 0,4 persen dan ditutup di level US$ 4.697,80 per ons.
Analis American Gold Exchange, Jim Wykoff, menilai fundamental dan teknikal pasar emas tengah selaras mendukung tren kenaikan. "Imbal hasil obligasi telah stabil, bahkan sedikit turun sehingga turut memberikan dukungan untuk harga emas," ujarnya.
Ia memproyeksikan pergerakan emas akan cenderung mendatar hingga naik dalam beberapa minggu ke depan, kecuali muncul sinyal pembalikan arah secara teknikal.
Arus Dana Masuk ETF dan Sentimen Pasar Pekan Ini
Momentum penguatan emas semakin kokoh setelah harga berhasil menembus level rata-rata pergerakan (moving average) 200 hari pekan lalu. World Gold Council mencatat, ETF yang didukung emas menerima arus masuk 46,7 metrik ton atau setara US$ 6,4 miliar (sekitar Rp 113,40 triliun dengan kurs Rp 17.720 per dolar AS) pada pekan tersebut, menjadi yang tertinggi dalam 10 bulan terakhir. Dana yang terdaftar di Amerika Utara dan Eropa memimpin arus masuk ini.
Sepanjang pekan lalu, harga emas batangan naik lebih dari 5 persen setelah rencana buyback Departemen Keuangan AS menekan nilai dolar ke level terendah dalam beberapa bulan. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang AS menjadi lebih murah bagi pembeli asing.
Pekan ini, pelaku pasar akan mencermati rilis indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) pada Rabu, yang menjadi indikator inflasi acuan Federal Reserve. Pidato perdana Ketua Fed Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole pada Jumat juga akan menjadi sorotan untuk memantau prospek suku bunga ke depan.