JAKARTA — Fluktuasi harga emas Antam kembali terjadi pada perdagangan Selasa pagi ini. Berdasarkan pantauan dari laman resmi Logam Mulia pada pukul 08.57 WIB, harga dasar emas batangan bersertifikat Antam naik tipis dari posisi sebelumnya Rp2.750.000 menjadi Rp2.768.000 per gram.
Kenaikan Rp18.000 ini menjadi sinyal positif bagi investor emas di Bangka Belitung, mengingat harga buyback atau pembelian kembali juga ikut naik ke angka Rp2.628.000 per gram. Artinya, selisih antara harga jual dan harga beli kembali saat ini berada di kisaran Rp140.000 per gram.
Simulasi Keuntungan dan Pajak Transaksi Jual-Beli Emas
Bagi warga yang berniat menjual emas batangan dengan nilai di atas Rp10.000.000, perlu memperhitungkan potongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai transaksi saat proses buyback berlangsung.
Sementara itu, untuk transaksi pembelian emas batangan, pembeli dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di laman resmi Logam Mulia. Ketentuan perpajakan ini berlaku sama untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kepulauan Bangka Belitung.
Daftar Lengkap Harga Emas Batangan Antam Hari Ini
Berikut rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran yang bisa dijadikan panduan sebelum bertransaksi:
- Emas 0,5 gram: Rp1.434.000
- Emas 1 gram: Rp2.768.000
- Emas 2 gram: Rp5.476.000
- Emas 3 gram: Rp8.189.000
- Emas 5 gram: Rp13.615.000
- Emas 10 gram: Rp27.175.000
- Emas 25 gram: Rp67.812.000
- Emas 50 gram: Rp135.545.000
- Emas 100 gram: Rp271.012.000
- Emas 250 gram: Rp677.265.000
- Emas 500 gram: Rp1.354.320.000
- Emas 1.000 gram: Rp2.708.600.000
Harga Sewaktu-waktu Bisa Berubah
Perlu dicatat, harga emas batangan Antam ini bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global. Calon pembeli maupun penjual disarankan untuk selalu memantau laman resmi Logam Mulia sebelum melakukan transaksi agar mendapatkan harga terkini.
Kenaikan harga emas kali ini melanjutkan tren penguatan yang sempat terjadi pada perdagangan sebelumnya. Bagi masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang, momentum kenaikan ini kerap dimanfaatkan untuk merealisasikan keuntungan.