Pencarian

Green Energy Ecosystem Technopark Pulau Rengit Diresmikan PLN, Listrik Warga Nyala Seharian

Minggu, 23 Agustus 2026 • 20:18:01 WIB
Green Energy Ecosystem Technopark Pulau Rengit Diresmikan PLN, Listrik Warga Nyala Seharian
Peresmian Green Energy Ecosystem Technopark Pulau Rengit oleh PLN di Kabupaten Belitung, Sabtu (22/8/2025).

BELITUNG – PT PLN (Persero) meresmikan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) Pulau Rengit di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (22/8). Sistem ini memadukan energi surya, baterai, turbin angin, dan hidrogen untuk mendukung pasokan listrik masyarakat dari sebelumnya sekitar 12 jam menjadi 24 jam.

Sebelum GEET Pulau Rengit dikembangkan, kebutuhan listrik masyarakat dipasok oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang hanya beroperasi sekitar 12 jam per hari. Kini, melalui penerapan sistem energi hijau terintegrasi, masyarakat Pulau Rengit dapat menikmati dukungan listrik selama 24 jam.

Pulau Rengit dihuni sekitar 150 jiwa atau 45 kepala keluarga, yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Peningkatan keandalan listrik tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membuka peluang aktivitas produktif, antara lain melalui cold storage untuk hasil tangkapan dan konsep agrovoltaik untuk kegiatan pertanian.

Peresmian dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, Anggota Dewan Energi Nasional Sripeni Inten Cahyani, Direktur Energi Baru Kementerian ESDM Senda Hurmuzan Kanam, Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra, PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, PLN Puslitbang, BRIN, Universitas Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Belitung, Forkopimda, dan pemangku kepentingan lainnya.

GEET Pulau Rengit dikembangkan sebagai technopark sekaligus ruang pembelajaran untuk menguji penerapan sistem energi hijau di wilayah kepulauan. Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra mengatakan, “Technopark Pulau Rengit merupakan technopark pertama yang secara resmi dioperasikan PLN. Dengan memanfaatkan energi surya, BESS, turbin angin, dan fuel cell hidrogen, kami berharap dapat meningkatkan efisiensi penyediaan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel. Sistem ini selanjutnya akan dievaluasi untuk melihat peluang penerapan dan replikasinya di wilayah lain,” ujar Edwin.

Dari sisi pelayanan, GM PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung Ira Savitri mengatakan PLN terus memperkuat infrastruktur dan keandalan sistem kelistrikan. “GEET Pulau Rengit menjadi momentum penting dalam menghadirkan layanan listrik 24 jam, dari sebelumnya 12 jam, sekaligus memperkuat pelayanan kelistrikan di wilayah kepulauan,” katanya.

GM PLN Puslitbang Mochamad Soleh menambahkan bahwa Pulau Rengit akan terus menjadi ruang riset dan pembelajaran. “Pulau Rengit adalah potret kecil dari sebuah model besar. Jika terbukti beroperasi andal 24 jam, pengalaman ini dapat menjadi blueprint untuk pengembangan sistem energi hijau di pulau-pulau terpencil lainnya. Ke depan, pengembangan Puslitbang juga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, baik pemerintah daerah maupun perguruan tinggi seperti Universitas Bangka Belitung, untuk bersama-sama melakukan riset dan mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Anggota DEN Sripeni Inten Cahyani mengapresiasi GEET Pulau Rengit sebagai implementasi hasil riset untuk menjawab tantangan ketahanan energi. “DEN mendukung pemanfaatan teknologi seperti ini dan mendorong agar hasil riset dapat terus dikembangkan serta diadopsi di wilayah lain sesuai potensi dan kebutuhan energi masing-masing daerah,” ujarnya.

Dari sisi kebijakan, Direktur Energi Baru Kementerian ESDM Senda Hurmuzan Kanam menyebut Pulau Rengit dapat menjadi contoh pengembangan teknologi hidrogen. “Pengembangan ini sejalan dengan roadmap hidrogen nasional dan diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan sistem energi berbasis hidrogen di pulau-pulau lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mendorong pemanfaatan listrik untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. “Kami akan mendorong investasi, termasuk pengembangan perkebunan dan industri pengolahan kelapa, sehingga energi listrik dapat dimanfaatkan secara optimal. Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas fasilitas kelistrikan yang telah diberikan,” ujarnya.

Melalui GEET Pulau Rengit, PLN terus mendorong riset, inovasi, dan kolaborasi untuk menghadirkan listrik yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kepulauan Indonesia. Pengembangan GEET juga melibatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi, antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pengembangan fuel cell, Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam pengembangan baterai, serta Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam pengembangan konsep agrovoltaic. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat fungsi GEET Pulau Rengit sebagai ruang riset dan pembelajaran sekaligus membuka peluang penerapan teknologi energi hijau di wilayah lainnya.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Terkini

Indeks