Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan ketersediaan daging ayam ras aman menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan total stok mencapai 420,3 ton. Penambahan pasokan sebanyak 20 ton dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat yang biasanya meningkat drastis saat perayaan hari besar keagamaan.
PANGKALPINANG — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subekti Saputra, mengungkapkan bahwa total stok daging ayam ras yang tersebar di lima gudang distributor kini mencapai 420,3 ton. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari stok awal sebanyak 400,3 ton ditambah pasokan baru sebesar 20 ton yang didatangkan khusus untuk menghadapi peringatan Maulid Nabi.
"Penambahan stok ini untuk menjaga stabilitas harga daging ayam menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW," ujar Subekti di Pangkalpinang, Jumat.
Langkah antisipasi ini diambil menyusul mulai terlihatnya tren kenaikan harga di tingkat eceran. Berdasarkan pemantauan di Pasar Pembangunan Pangkalpinang pada Kamis (20/8), harga daging ayam ras naik menjadi Rp44.500 per kilogram, atau meningkat Rp1.000 dari harga sebelumnya yang berada di level Rp43.500 per kilogram.
Permintaan Meningkat Imbas Tradisi Nganggung
Subekti menjelaskan bahwa kenaikan permintaan ini tidak terlepas dari tradisi masyarakat setempat dalam menyambut hari besar Islam. Tradisi "nganggung" yang digelar warga Kepulauan Bangka Belitung menjadi pemicu utama naiknya konsumsi daging ayam di pasaran.
"Masyarakat akan menggelar nganggung sebagai tradisi membawa makanan menggunakan dulang untuk disantap bersama di masjid," katanya.
Kebiasaan turun-temurun ini biasanya digelar untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, hingga Maulid Nabi. Dampaknya, permintaan terhadap berbagai bahan pokok, terutama daging ayam, mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Harga Bahan Pokok Lainnya Masih Stabil
Sementara itu, harga komoditas daging lainnya justru terpantau masih bertahan. Harga ayam kampung masih berada di angka Rp80.000 per ekor, sementara daging sapi paha belakang dan paha depan sama-sama dibanderol Rp150.000 per kilogram.
Untuk daging sapi bagian sandung lamur dijual Rp126.000 per kilogram, dan daging tetelan Rp85.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa lonjakan harga baru terjadi pada komoditas daging ayam ras yang banyak dicari masyarakat untuk kebutuhan hidangan Maulid.
Disperindag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan distribusi bahan pokok di pasaran hingga perayaan Maulid Nabi usai. Langkah ini dilakukan agar gejolak harga dapat segera direspons dengan kebijakan yang tepat, termasuk penambahan pasokan jika diperlukan.