KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Angka tersebut diungkap He Zhiqi melalui akun media sosial Weibo, Kamis (27/8/2026). Ia mengibaratkan frekuensi peluncuran mobil baru di China sepadan dengan frekuensi orang makan dalam sehari. Fenomena ini mencakup kendaraan bermesin bensin hingga mobil listrik.
Menurut He Zhiqi, pasar China kini layaknya sebuah tempat latihan yang menguji ketangguhan setiap perusahaan. "Sekalipun Anda menanamkan 1 miliar yuan untuk satu model dan menghabiskan dua tahun atau lebih untuk pengembangan, puncak [penjualan] tidak bertahan sampai tiga bulan," tulisnya.
Delapan Pabrikan Rilis Model Baru di Hari yang Sama
Ketatnya persaingan terlihat nyata pada pertengahan Juli 2026. Setidaknya delapan pabrikan China merilis model baru pada hari yang sama. Media lokal menjuluki fenomena ini sebagai Kamis Gila karena banyaknya pilihan unit baru yang masuk pasar secara bersamaan.
Padahal, gelombang peluncuran ini justru terjadi di tengah pasar yang menyusut. Penjualan mobil domestik China—termasuk mesin bensin—turun 21 persen secara tahunan pada semester pertama 2026. Segmen kendaraan energi baru (NEV) juga terkoreksi 13 persen akibat permintaan melemah dan pemangkasan insentif pajak.
BYD, Great Wall Motor, dan Seres Terdampak Penurunan
Raksasa industri seperti BYD ikut merasakan dampaknya. Penjualan kendaraan BYD turun 16 persen sepanjang paruh pertama tahun ini. Great Wall Motor dan Seres Group juga memproyeksikan penurunan laba hingga kerugian bersih karena naiknya biaya komponen dan perang harga yang ketat.
Kondisi pasar yang menekan membuat para pelaku industri bersikap hati-hati. Pendiri sekaligus CEO Nio, William Li, tidak melihat tanda-tanda perbaikan dalam waktu dekat.
"Kami tidak memperkirakan permintaan kendaraan domestik pulih pada paruh kedua tahun ini," kata Li.