Harga Emas Antam Naik Rp4.000 ke Rp2,604 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Penulis: Ricki Manurung  •  Sabtu, 12 September 2026 | 12:37:01 WIB
Harga emas Antam naik Rp4.000 menjadi Rp2.604.000 per gram pada perdagangan hari ini.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kenaikan tersebut menempatkan selisih antara harga jual dan harga beli kembali Antam di kisaran Rp150.000 per gram. Bagi investor yang berencana merealisasikan keuntungan, selisih ini menjadi pertimbangan utama sebelum bertransaksi.

Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta pagi ini bergerak dari posisi Rp2.600.000 menjadi Rp2.604.000 per gram. Pihak Logam Mulia mengingatkan harga emas batangan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.

Rincian Harga Emas Antam per Pecahan

Pecahan kecil maupun besar mengalami penyesuaian seiring kenaikan harga dasar per gram. Berikut daftar lengkap harga dasar emas Antam hari ini:

  • 0,5 gram: Rp1.352.000
  • 1 gram: Rp2.604.000
  • 2 gram: Rp5.148.000
  • 3 gram: Rp7.697.000
  • 5 gram: Rp12.795.000
  • 10 gram: Rp25.535.000
  • 25 gram: Rp63.712.000
  • 50 gram: Rp127.345.000
  • 100 gram: Rp254.612.000
  • 250 gram: Rp636.265.000
  • 500 gram: Rp1.272.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.544.600.000

Pajak yang Melekat pada Transaksi Buyback

Investor yang menjual kembali emas Antam perlu memperhitungkan kewajiban pajak. Setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000 dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen.

PPh Pasal 22 tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback. Artinya, nominal yang diterima investor sudah bersih setelah pemotongan pajak.

Untuk transaksi pembelian, emas Antam dikenakan pajak PPh 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di laman resmi. Ketentuan ini berlaku bagi pembeli yang memenuhi kriteria sebagai pemungut pajak sesuai regulasi yang berlaku.

Arti Kenaikan Ini bagi Investor Emas

Kenaikan Rp4.000 per gram terbilang tipis, sekitar 0,15 persen dari harga sebelumnya. Namun bagi investor yang memegang emas dalam jumlah besar, penyesuaian ini tetap memengaruhi nilai portofolio.

Emas masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap tekanan inflasi dan pelemahan nilai tukar. Karakter aset ini berbeda dari saham atau obligasi yang harganya lebih fluktuatif terhadap sentimen pasar harian.

Bagi calon pembeli, strategi cicil atau pembelian bertahap pada pecahan kecil seperti 0,5 gram dan 1 gram masih menjadi pilihan untuk meratakan harga perolehan. Sementara pemegang emas yang ingin menjual perlu menimbang selisih buyback dan kewajiban pajak sebelum merealisasikan keuntungan.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: megapolitan.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top