KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Angka tersebut dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) dan dikutip KatadataOTO dari data resmi pada 12 September 2026. Penurunan bulanan terjadi setelah Juli 2026 mencatat 636.030 unit, sementara perbandingan tahunan justru menunjukkan pertumbuhan.
Sepanjang delapan bulan pertama 2026, wholesales motor baru sudah mencapai 4.362.078 unit. Jumlah itu 2,1 persen lebih tinggi dibanding periode sama 2025 yang tercatat 4.269.718 unit.
“Secara year-to-year kan terbukti dari angka yang dirilis AISI ada kenaikan. Which is good secara total untuk industri otomotif roda dua khususnya,” kata Rifki Maulana, Manajer Public Relations YRA & Community YIMM.
Rifki menyebut penurunan Agustus 2026 dipengaruhi sejumlah faktor di luar sektor otomotif. Perekonomian regional dan daya beli di daerah penunjang menjadi penyebab utama pasar melandai.
“Fluktuasi angka penjualan bulanan tersebut merupakan fenomena dinamis yang wajar terjadi dalam industri otomotif,” ujarnya di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/09).
Ia mencontohkan siklus panen komoditas agrikultur yang menentukan kesiapan finansial konsumen lokal. “Jadi industri di luar otomotif seperti agrikultur juga kadang memengaruhi daya beli masyarakat,” tutur Rifki.
Pergerakan pasar motor baru, lanjutnya, tidak hanya ditopang aktivitas ekonomi kota besar. Daerah penunjang yang lesu turut membuat permintaan roda dua ikut terkoreksi.
Yamaha berharap kondisi pasar tetap stabil hingga Desember 2026. Biasanya, kata Rifki, akhir tahun diisi sejumlah program menarik dari pabrikan maupun diler.
Dengan begitu, target AISI di kisaran 6,4 juta sampai 6,7 juta unit motor baru sepanjang 2026 dinilai masih bisa dikejar. Pencapaian target itu diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian nasional.
Sementara itu, pasar roda dua Indonesia masih menghadapi tantangan daya beli di kuartal IV. Pemantauan angka wholesales bulanan AISI akan jadi indikator utama apakah target akhir tahun tercapai.