KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Manajemen Arsenal menghubungi Pro Ref pada Senin untuk meminta pertemuan setelah Ezri Konsa dijatuhi hukuman penalti dalam insiden yang melibatkan Dan Ballard di Stadium of Light. Permintaan klarifikasi itu disampaikan menyusul keputusan yang dinilai merugikan The Gunners.
David Raya menjadi penyelamat Arsenal dengan melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan eksekusi penalti Enzo Le Fée. Arsenal akhirnya menutup laga dengan kemenangan 2-0.
Arteta tidak bisa menyembunyikan kemarahannya setelah pertandingan. Pernyataan itu menjadi sinyal jelas bahwa pihak klub merasa keputusan tersebut berada di luar batas toleransi.
Beberapa pejabat Arsenal lainnya juga dikabarkan merasa terganggu dengan keputusan penalti tersebut. Arsenal mempertanyakan mengapa video assistant referee tidak melakukan intervensi ketika wasit John Brooks menunjuk titik putih.
Arsenal kemungkinan besar akan mengangkat fakta bahwa panel Key Match Incidents (KMI) Premier League secara bulat memutuskan klub seharusnya diberikan penalti dalam kemenangan mereka di Aston Villa bulan lalu. Saat itu Bruno Guimarães dilanggar oleh Ian Maatsen.
Panel KMI juga memutuskan pada musim lalu bahwa Gabriel Magalhães seharusnya dikenai kartu merah karena tindakan kekerasan terhadap Manchester City pada April. Keputusan itu akan membuat bek Brasil tersebut absen selama tiga pertandingan di masa krusial perburuan gelar.
Arteta menyatakan keputusan melawan Sunderland "could have cost us the win and our momentum" setelah start sempurna Arsenal. Kekhawatiran klub adalah kesalahan dan inkonsistensi wasit pada akhirnya bisa menentukan juara Liga Premier.
Arsenal, seperti klub-klub Premier League lainnya, menjalin komunikasi rutin dengan Pro Ref. Mereka diperkirakan akan meminta klarifikasi apakah insiden serupa dengan yang melibatkan Konsa dan Ballard dari situasi sepak pojok akan menghasilkan lebih banyak penalti di masa mendatang.
Pro Ref telah dihubungi untuk memberikan komentar.