KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Taz Skylar, yang namanya melambung lewat peran Sanji di serial One Piece produksi Netflix, menambah daftar proyek layar lebarnya. Ia bergabung dalam Villains, sekuel film kriminal Villain yang tayang pada 2020. Proses pengambilan gambar utama sudah rampung di London sebelum proyek ini dibawa ke pasar TIFF.
Craig Fairbrass kembali memerankan Eddie Franks, tokoh sentral di film pertama. Skylar juga bukan wajah baru di waralaba ini — ia mengulang perannya sebagai Jason dari film sebelumnya. Dua nama lain yang masuk jajaran pemain adalah Orli Shuka (Gangs of London) dan Jason Maza (Welcome To The Punch).
Siapa Saja yang Terlibat di Villains
Selain Fairbrass, Skylar, Shuka, dan Maza, film ini diperkuat David O'Hara, Percelle Ascott, Frederick Schmidt, Francis Magee, Morgan Hilaire, Stephen Uppal, Hester Ruoff, Danielle Brent, Jack Shallo, dan Mirabel Stuart. George Russo kembali sebagai Sean sekaligus menulis naskah bersama Greg Hall.
Kursi sutradara kali ini diisi Neil Linpow, yang menjalani debut penyutradaraan film panjang. Film pertamanya, Villain, disutradarai Phillip Barantini — nama yang kemudian dikenal lewat Boiling Point dan serial Adolescence yang memenangi Emmy.
Premis: Eddie Franks dan Masa Lalu yang Tak Selesai
Sinopsis resmi Villains menggambarkan Eddie Franks yang sekali lagi berusaha meninggalkan hidup lamanya. Ia justru mendapati masa lalu belum selesai dengannya. Sekuel ini disebut sebagai kisah tanpa kompromi tentang seorang ayah yang ditarik kembali ke dunia yang ia kira sudah ia tinggalkan, lengkap dengan pembalasan brutal yang menyusul.
Nada cerita yang lebih keras itu ditegaskan Fairbrass. Menurutnya, tim produksi membangun sesuatu yang lebih besar dan lebih brutal dibanding film pertama. Ia menyebut hasilnya tidak terlihat seperti produksi yang biasa dibuat di Inggris, melainkan seperti film berskala besar.
Kutipan Craig Fairbrass soal Chemistry Pemain
Fairbrass juga menyoroti kekompakan para pemain sebagai kekuatan utama sekuel ini. Ia dan Skylar kini berada di proyek ketiga bersama, dan menurutnya ada chemistry yang tidak bisa direkayasa.
"The cast around me is the other half of it. Taz and I are on our third project together now, and there's a shorthand there you can't manufacture. Add Orli, David, Francis, Percelle, Fred, George and Morgan – that's as good a group of actors as I've stood in a room with," ujar Fairbrass.
Strategi Penjualan di Pasar TIFF
Double Dutch International, perusahaan produksi dan penjualan asal Kanada, membawa Villains ke pasar TIFF untuk mencari pembeli internasional. Langkah ini menempatkan film tersebut di antara proyek-proyek yang bersaing memperebutkan perhatian distributor di ajang tahunan Toronto tersebut.
Bagi Skylar, Villains menambah portofolio setelah Gassed Up di Amazon dan One Piece di Netflix. Nama Orli Shuka juga memperkuat jajaran pemain, mengingat popularitasnya lewat Gangs of London. Kombinasi wajah-wajah ini menjadi modal utama film saat dipasarkan ke pasar global.
Villains menyusul jejak film pertamanya yang menandai debut Barantini sebagai sutradara. Kini giliran Linpow yang menguji kemampuannya di kursi sutradara, dengan tekanan ekspektasi dari penonton film kriminal Inggris yang sudah mengenal karakter Eddie Franks.