Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memperkuat pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi balita dan penguatan pelayanan posyandu di tingkat desa. Dinas Perikanan setempat bersinergi mendukung Program Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Bantuan bahan makanan disalurkan berdasarkan data bidan desa, petugas posyandu, pemerintah desa, dan RT setempat.
KOBA — Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Bangka Tengah Hermanto mengatakan pihaknya turut mengampanyekan gemar makan ikan demi pemenuhan gizi protein hewani bagi anak sejak dalam kandungan hingga dewasa. Kampanye itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah stunting di wilayah tersebut.
Menurut Hermanto, penerima bantuan bahan makanan ditetapkan berdasarkan data dari bidan desa, petugas posyandu, pemerintah desa, dan RT setempat. Pendataan berlapis itu dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada sasaran yang benar-benar membutuhkan.
Bantuan yang disalurkan berupa beras, telur, ikan lele berbumbu, buah-buahan, sayuran, dan susu sebagai sumber gizi bagi balita dan keluarga penerima manfaat.
Upaya penguatan gizi itu dilakukan saat Bunda Posyandu Bangka Tengah Eva Algafryi mengunjungi Posyandu Setia di Dusun Tanjung Berikat, Desa Batu Beriga. Posyandu Setia tercatat aktif melayani 14 balita dan 24 lansia.
Dalam kunjungan tersebut, Eva dan Algafry juga mendatangi dua rumah balita yang masuk kategori rentan stunting di Dusun Tanjung Berikat dan Dusun Melingai. Kunjungan itu menjadi bagian dari pendampingan langsung kepada keluarga balita rentan stunting.
Eva menyebut kunjungan ke Posyandu Setia merupakan titik ke-102 yang dilakukannya sejak 2021. Ia mengapresiasi kinerja kader Posyandu Setia dan tingginya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan.
"Meskipun sasarannya tidak terlalu banyak, capaiannya sangat bagus dan diimbangi dengan kehadiran warga yang tinggi," ujarnya.
Sinergi antara Dinas Perikanan dan program Forikan menyasar pemenuhan protein hewani sebagai salah satu kunci pencegahan stunting. Pasokan ikan lokal menjadi pilihan karena ketersediaannya di wilayah pesisir Bangka Tengah.
Penetapan penerima bantuan yang melibatkan bidan desa hingga RT memungkinkan penyaluran gizi tepat sasaran. Data itu menjadi dasar pembagian beras, telur, ikan lele berbumbu, buah, sayur, dan susu kepada keluarga penerima manfaat.
Posyandu di tingkat desa berperan sebagai ujung tombak pemantauan tumbuh kembang balita. Kehadiran warga yang tinggi di Posyandu Setia dinilai menopang capaian layanan kesehatan di Dusun Tanjung Berikat.