Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung menyalurkan 1.014.900 liter air bersih ke 309 titik selama periode Juli-September 2026 untuk warga yang terdampak kekeringan. Distribusi itu menjangkau 3.728 kepala keluarga atau 12.408 jiwa di Tanjungpandan dan sekitarnya. Permintaan air bersih meningkat signifikan akibat kemarau panjang yang diprakirakan BMKG berlangsung hingga awal 2027.
TANJUNGPANDAN — Kepala Pelaksana BPBD Belitung Zainal Harison menyatakan pihaknya telah mendistribusikan air bersih ke 309 titik sepanjang Juli hingga September 2026. Total volume air yang disalurkan mencapai 1.014.900 liter. Layanan ini menyasar warga yang mengalami kekeringan dampak kemarau panjang di wilayah itu.
Jumlah penerima manfaat distribusi air bersih BPBD Belitung tercatat 3.728 kepala keluarga atau setara 12.408 jiwa. Zainal menyebut permintaan air bersih dari masyarakat mengalami peningkatan signifikan akibat dampak kemarau panjang.
Selain disalurkan langsung ke rumah warga, BPBD Belitung mengirim air bersih ke sejumlah fasilitas umum dan sosial. Fasilitas yang menerima pasokan meliputi sembilan perkantoran, tujuh sekolah, sembilan masjid, dan satu fasilitas umum.
"Kami juga mendistribusikan air bersih ke sekolah karena banyak sumur di sekolah mengalami kekeringan," kata Zainal.
Distribusi ke sekolah menjadi perhatian tersendiri karena sumur di banyak fasilitas pendidikan mengalami kekeringan. Pasokan air ke masjid dan perkantoran juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan harian di fasilitas tersebut.
Zainal mengimbau masyarakat menghemat dan menggunakan air bersih secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. Prakiraan BMKG menyebut musim kemarau di wilayah Belitung masih akan berlangsung panjang sampai awal tahun 2027.
Warga diharapkan menampung cadangan air bersih sebagai langkah antisipasi saat pasokan berkurang. Zainal juga meminta masyarakat melindungi sumber-sumber air bersih yang ada dari pencemaran sampah maupun kerusakan lingkungan.
BPBD Belitung terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait agar layanan distribusi air bersih menjangkau titik-titik lain yang belum terlayani. "Kami terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait agar layanan air bersih ini bisa menjangkau titik-titik lain yang selama ini belum terlayani oleh mobil tangki kami," ujar Zainal.
Layanan mobil tangki BPBD menjadi andalan warga di sejumlah titik yang sumurnya mengering. Koordinasi lintas perangkat daerah diperlukan agar distribusi tidak tertumpuk di lokasi yang sama.
Kekeringan yang melanda Kabupaten Belitung sejak pertengahan 2026 membuat permintaan air bersih terus naik. BPBD mencatat layanan darurat air bersih akan berlanjut selama kemarau belum berakhir.