Daftar Peraih Emas Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games, dari Tan Joe Hok sampai Marcus/Kevin

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Kamis, 17 September 2026 | 17:38:01 WIB

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Indonesia mengoleksi 28 medali emas bulu tangkis sepanjang sejarah Asian Games sejak cabang ini pertama dipertandingkan pada 1962 di Jakarta. Tradisi itu lahir dari generasi Tan Joe Hok, Liem Swie King, Taufik Hidayat, hingga Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Menjelang Asian Games 2026, PBSI menyiapkan 20 pemain untuk mengembalikan kejayaan usai kegagalan di Hangzhou.

Bulu tangkis pertama kali masuk program Asian Games pada edisi 1962 di Jakarta. Indonesia langsung menunjukkan dominasinya sebagai tuan rumah dengan merebut lima dari enam emas yang tersedia. Capaian itu menjadi fondasi panjang tradisi Merah Putih di ajang olahraga terbesar Asia.

Sejak saat itu, nama-nama besar dari berbagai generasi silih berganti naik podium tertinggi. Total 28 medali emas sudah dikumpulkan Indonesia, jumlah yang hanya kalah dari China dengan 47 emas.

Lima Emas di Asian Games 1962 Jakarta

Tan Joe Hok menjadi salah satu nama yang tercatat dalam sejarah emas Indonesia di Asian Games. Pada edisi 1962, Indonesia mendominasi hampir seluruh nomor yang dipertandingkan. Lima emas dari enam nomor yang tersedia menjadi bukti kekuatan bulu tangkis Tanah Air saat itu.

Dominasi tersebut berlanjut ke edisi-edisi berikutnya melalui nama-nama seperti Liem Swie King dan Christian Hadinata. Keduanya menjadi tulang punggung tim Indonesia di berbagai kejuaraan beregu maupun perorangan.

Taufik Hidayat dan Generasi Emas 2000-an

Taufik Hidayat menjadi salah satu ikon bulu tangkis Indonesia di Asian Games. Prestasinya bersama sejumlah nama lain di era 2000-an menjaga tradisi emas Indonesia tetap hidup. Pada periode yang sama, Ricky Subagja/Rexy Mainaky juga mencatatkan nama mereka sebagai peraih emas dari sektor ganda putra.

Kejayaan Indonesia di Asian Games tidak lepas dari pembinaan yang berjalan lintas dekade. Setiap generasi meninggalkan jejak emas yang menjadi motivasi bagi pemain-pemain berikutnya.

Marcus/Kevin dan Era Ganda Putra Modern

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menutup daftar panjang peraih emas bulu tangkis Indonesia di Asian Games. Pasangan yang dijuluki "The Minions" ini menjadi representasi generasi modern ganda putra Indonesia.

Nama-nama tersebut kini menjadi acuan bagi skuad yang disiapkan menghadapi Asian Games 2026. PBSI memasang target minimal satu medali emas dari nomor beregu putra.

"Kami menargetkan satu medali emas dari nomor beregu putra," kata Ketua Umum PP PBSI Muhammad Fadil Imran.

Kegagalan Hangzhou Jadi Pijakan

Asian Games 2022 Hangzhou yang berlangsung pada 2023 menjadi titik terendah bulu tangkis Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak 1962, Indonesia gagal membawa pulang satu pun medali bulu tangkis.

Gregoria Mariska Tunjung, Anthony Sinisuka Ginting, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sama-sama tersingkir di perempat final. Hasil itu memupus target tiga medali emas yang dibebankan PBSI pada edisi tersebut.

Skuad Asian Games 2026: Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri

Jonatan Christie menjadi salah satu tumpuan di tunggal putra untuk Asian Games 2026. Di sektor ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri membawa modal delapan gelar BWF World Tour sejak dipasangkan pada Juli 2025.

Pasangan itu juga mencatat dua gelar beruntun di Japan Open dan China Open 2026. Sebanyak 20 pemain disiapkan PBSI dengan harapan menambah koleksi emas dari sektor lain.

Perburuan emas di Asian Games 2026 menjadi ujian bagi Indonesia untuk membuktikan bahwa tradisi panjang bulu tangkis Tanah Air belum berakhir.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: afu.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top