KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — iFixit membongkar iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max, mengungkap kapasitas baterai yang selama ini tidak pernah dipublikasikan Apple. Versi Amerika Utara tercatat 4.288 mAh untuk Pro dan 5.567 mAh untuk Pro Max, tapi ada temuan mengejutkan soal model Eropa dan biaya servis yang naik.
Apple memang tidak pernah mencantumkan angka mAh di halaman spesifikasi resminya. Satu-satunya petunjuk yang diberikan adalah klaim "hingga 45 jam pemutaran video". Karena itu, hasil bongkar iFixit yang dibagikan ke Tom's Guide menjadi satu-satunya sumber angka pasti soal kapasitas baterai generasi terbaru ini.
Yang menarik, angka yang ditemukan iFixit tidak seragam antar wilayah. Model Amerika Utara dan model Eropa punya kapasitas berbeda, dan selisihnya cukup signifikan untuk diperhatikan calon pembeli.
Untuk iPhone 18 Pro versi Amerika Utara, iFixit mencatat kapasitas 4.288 mAh. Bandingkan dengan iPhone 17 Pro versi eSIM yang punya 4.252 mAh, artinya kenaikannya hanya sekitar 1 persen.
Kenaikan sekecil itu ternyata berdampak nyata di pengujian Tom's Guide. iPhone 18 Pro bertahan 16 jam 17 menit, sedangkan iPhone 17 Pro hanya 15 jam 17 menit. Selisih satu jam penuh.
Perlu dicatat, tambahan waktu itu bukan semata-mata dari baterai yang lebih besar. Chip A20 yang dipakai iPhone 18 Pro lebih efisien dibanding A19 di generasi sebelumnya, jadi kombinasi kapasitas dan efisiensi chip yang menghasilkan selisih tersebut.
Di model Pro Max, iFixit menemukan kapasitas 5.567 mAh. Angka ini 9,41 persen lebih besar dibanding iPhone 17 Pro Max versi eSIM yang berkapasitas 5.088 mAh.
Logikanya, kenaikan hampir 10 persen seharusnya berbanding lurus dengan daya tahan. Faktanya tidak. Di pengujian Tom's Guide, iPhone 18 Pro Max bertahan 18 jam 27 menit, sementara iPhone 17 Pro Max sudah mencapai 17 jam 54 menit.
Artinya, tambahan daya tahan hanya sekitar setengah jam meski kapasitas baterainya naik hampir sepersepuluh. Ini jadi catatan penting: angka mAh besar tidak otomatis berarti daya tahan jauh lebih panjang, karena ada faktor lain seperti manajemen daya dan beban komponen.
Temuan iFixit juga memperlihatkan perbedaan antara unit Amerika Utara dan unit Eropa. Regulasi Uni Eropa mewajibkan setiap ponsel mencantumkan Energy Label publik yang memuat detail baterai, dan dari daftar tersebut terungkap angka yang berbeda.
Selisih ini kemungkinan berkaitan dengan desain fisik unit Eropa yang masih menyediakan slot SIM card fisik, bukan eSIM saja seperti versi Amerika. Perbedaan rancangan itu memakan ruang internal yang seharusnya bisa dipakai baterai berkapasitas lebih besar.
Bagi calon pembeli di Indonesia, ini relevan karena unit yang masuk pasar lokal umumnya mengikuti varian dengan slot SIM fisik. Kapasitas baterai yang didapat bisa jadi bukan angka 4.288 mAh atau 5.567 mAh yang beredar di pemberitaan berbasis unit Amerika.
Apple menaikkan harga iPhone 18 Pro dan Pro Max sebesar USD 100 untuk model dasar 256GB. Kenaikan itu ternyata diikuti biaya perbaikan baterai di luar garansi.
Untuk mengganti baterai iPhone 18 Pro, Apple mematok USD 129 belum termasuk pajak. Angka ini USD 10 lebih mahal dibanding biaya servis baterai iPhone 17 Pro.
Perbaikan komponen lain disebut tidak mengalami perubahan harga, meski secara umum tetap tergolong mahal. Kondisi ini membuat paket AppleCare+ jadi pertimbangan yang lebih masuk akal, terutama bagi yang berencana memakai ponsel ini lebih dari dua tahun.
Terakhir kali Apple menaikkan biaya servis baterai adalah saat peluncuran iPhone 16 Pro, yang juga bersamaan dengan kenaikan harga jual perangkatnya. Pola yang sama terulang di generasi ini.
Bagi pengguna iPhone 17 Pro yang mempertimbangkan upgrade, selisih daya tahan satu jam memang terasa, tapi kenaikan harga jual plus biaya servis yang lebih mahal membuat keputusan ini tidak sesederhana melihat angka mAh saja. Untuk pengguna iPhone 15 Pro atau yang lebih lama, peningkatan efisiensi chip A20 dan daya tahan di atas 16 jam tetap jadi alasan kuat untuk pindah generasi.