Selo Pangestu Imawan Bangun Posthinks Agency di Jakarta, Tangani Pertamina hingga Shopee dalam Dua Tahun

Penulis: Ricki Manurung  •  Senin, 21 September 2026 | 07:32:01 WIB
Founder dan CEO Posthinks Agency Selo Pangestu Imawan memimpin operasional perusahaan sejak berdiri.

JAKARTA — Posthinks Agency menempatkan diri sebagai perusahaan yang menggerakkan percakapan publik di media sosial Indonesia. Selo Pangestu Imawan, Founder dan CEO perusahaan tersebut, memimpin langsung operasional sejak awal berdiri.

Klien yang ditangani tidak kecil. Pertamina, Shopee, Telkom, OCBC, Unilever, dan BRI tercatat sebagai nama-nama yang sudah bekerja sama dengan Posthinks. Jaringan yang dimiliki perusahaan ini mencakup lebih dari 100 ribu talent dan buzzer, 10 ribu jaringan media, serta 500 lebih content clipper.

Siapa Selo Pangestu Imawan Sebelum Mendirikan Posthinks?

Selo bukan pendatang baru di industri media Indonesia. Ia melewati hampir seluruh babak perubahan media nasional dari dalam, mulai dari media cetak hingga platform digital.

Jejak kariernya mencakup Suara Merdeka Group, Kompas Gramedia, RWE Digital Agency, Okezone, kumparan, hingga Urbanasia Group. Di Urbanasia Group, ia menjabat sebagai Chief Sales & Marketing Officer.

Susunan pengalaman itu menunjukkan perpindahan posisi yang sistematis. Ia berada di media cetak ketika distribusi menjadi penentu, di era portal ketika trafik menjadi mata uang, di ruang redaksi digital-native ketika algoritma mulai menggantikan peran editor, lalu di kursi komersial ketika pertanyaannya berubah menjadi bagaimana semua ini dibayar.

"Saya tidak pernah pindah industri. Yang saya lakukan cuma pindah posisi duduk, sampai akhirnya saya melihat seluruh ruangannya."

Mengapa Posthinks Bisa Berdiri dengan Skala Besar Sejak Awal?

Pengalaman sepuluh tahun di berbagai lini media menjadi modal utama Selo membangun Posthinks. Ia memahami cara kerja distribusi konten, trafik portal, algoritma media sosial, hingga model bisnis komersial media.

Pengetahuan itu yang kemudian dijual kepada brand yang ingin merebut perhatian orang Indonesia. Industri yang menggerakkan percakapan publik di Indonesia bekerja dengan cara yang membuat pelakunya nyaris tidak pernah terlihat.

Posthinks masuk ke celah itu. Perusahaan ini menawarkan keahlian mengatur percakapan publik kepada brand yang ingin ramai dibicarakan di media sosial.

Apa yang Membuat Model Bisnis Posthinks Berbeda?

Skala jaringan menjadi pembeda utama. Lebih dari 100 ribu talent dan buzzer, 10 ribu jaringan media, serta 500 lebih content clipper memberi Posthinks kemampuan menyebarkan konten ke berbagai platform sekaligus.

Model ini menjawab kebutuhan brand yang ingin hadir di banyak kanal tanpa harus membangun jaringan sendiri. Posthinks menyediakan infrastruktur itu sebagai layanan.

Dalam waktu kurang dari dua tahun, model tersebut sudah menarik klien dari sektor energi, e-commerce, telekomunikasi, perbankan, dan barang konsumsi. Pertamina, Shopee, Telkom, OCBC, Unilever, dan BRI menjadi bukti jangkauan layanan Posthinks.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: bangkaindependent.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top