KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Petinju Indonesia Maikhel Roberd Muskita memastikan tiket perempat final kelas 80 kilogram putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menundukkan wakil tuan rumah Jepang, Kai Toriyabe, dengan kemenangan mutlak 5-0 di Gymnasium Nishio, Aichi. Hasil ini membawa petinju berdarah Maluku itu ke delapan besar dan tinggal satu langkah lagi dari zona medali.
Kemenangan Muskita atas Toriyabe tidak memberi ruang bagi juri untuk ragu. Kelima juri kompak menilai Muskita unggul sepanjang tiga ronde dengan rincian skor 30-27, 30-27, 29-28, 29-28, dan 30-27. Petinju yang besar di kawasan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, itu tampil dominan sejak ronde pertama dan tidak pernah kehilangan kendali pertarungan.
Di babak perempat final, Muskita sudah ditunggu petinju Korea Selatan, Minseong Kim. Laga tersebut akan menentukan apakah langkah Muskita di Asian Games 2026 berhenti di delapan besar atau berlanjut ke semifinal yang otomatis mengunci medali.
Menghadapi Kim, Muskita tidak menyembunyikan bahwa laga itu akan jauh lebih berat. Ia secara terbuka meminta dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia, terutama warga Maluku yang mengikuti perjalanannya dari dekat.
"Saya akan melawan petinju Korea, doakan saya karena ini memang sulit, (tetap) berjuang," kata Muskita dalam video yang disiarkan Asian Boxing melalui akun media sosialnya.
Perjalanan Muskita di Asian Games 2026 mendapat perhatian besar publik Maluku. Petinju tersebut memiliki darah Maluku dan tumbuh besar di Kota Ambon sebelum menembus tim nasional tinju Indonesia.
Kemenangan atas Toriyabe menjadi bukti bahwa petinju daerah bisa bersaing di level Asia. Bermain di depan publik tuan rumah, di gymnasium yang sama tempat Jepang menaruh harapan pada Toriyabe, Muskita justru tampil tanpa beban dan menutup pertarungan dengan skor sempurna di mata mayoritas juri.
Cabang tinju menjadi salah satu andalan Indonesia untuk menambah koleksi medali di Asian Games edisi kali ini. Dengan Muskita masih bertahan di kelas 80 kilogram, peluang tersebut belum tertutup.
Yang dibutuhkan Muskita sekarang adalah menjaga kondisi fisik dan fokus menjelang laga perempat final melawan Minseong Kim. Jarak antara pertandingan melawan Toriyabe dan laga delapan besar tidak panjang, sehingga pemulihan menjadi kunci.
Bagi warga Ambon dan Maluku, nama Muskita kini bukan lagi sekadar petinju lokal. Ia membawa nama Indonesia di atas ring Jepang, dan satu kemenangan lagi akan membuat perjalanannya di Asian Games 2026 berbicara lebih lantang.