BPS Catat Penduduk Miskin Kepulauan Bangka Belitung Turun Jadi 74.610 Jiwa pada Maret 2026

Penulis: Jonatan Nasution  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 10:01:31 WIB
BPS mencatat penduduk miskin Kepulauan Bangka Belitung turun menjadi 74.610 jiwa pada Maret 2026.

PANGKALPINANG — Data semesteran BPS yang dirilis pada Maret 2026 menunjukkan tren perbaikan angka kemiskinan di provinsi kepulauan ini. Secara tahunan, persentase penduduk miskin turun dari lima persen pada Maret 2025 menjadi 4,75 persen. Angka ini dihitung dari data mentah BPS yang diproduksi setiap Maret dan September.

Perkotaan Turun 220 Jiwa, Perdesaan Masih 41.530 Jiwa

Pemisahan data wilayah menunjukkan penduduk miskin di perkotaan berkurang 220 jiwa menjadi 33.090 jiwa per Maret 2026. Sementara di perdesaan tercatat 41.530 jiwa. Total penduduk miskin provinsi ini berkurang 74.610 jiwa dibanding September 2025 dan lebih rendah dibanding Maret 2025.

Garis Kemiskinan Rp 956,83 Ribu per Kapita per Bulan

BPS menetapkan garis kemiskinan Kepulauan Bangka Belitung sebesar Rp 956,83 ribu per kapita per bulan. Rinciannya, Rp 742,49 ribu untuk kebutuhan makanan dan Rp 269,84 ribu untuk non-makanan. Garis kemiskinan perdesaan lebih rendah, yakni Rp 893,38 ribu per kapita per bulan.

Untuk perdesaan, komponen makanan mencapai Rp 772,83 ribu dan non-makanan Rp 268,74 ribu per kapita per bulan. Adapun garis kemiskinan perkotaan Rp 859,3 ribu per kapita per bulan, dengan rincian Rp 719,3 ribu untuk makanan dan Rp 268,74 ribu untuk non-makanan.

Definisi Kemiskinan Versi BPS

BPS mengacu pada konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar atau basic needs approach. Konsep ini bersumber dari Handbook on Poverty and Inequality yang diterbitkan World Bank. Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan ekonomi memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan, diukur dari sisi pengeluaran.

Penduduk dikategorikan miskin jika rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah garis kemiskinan. Data persentase penduduk miskin perkotaan dan perdesaan dipublikasikan setiap Maret dan September.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top