Bupati Bangka Tutup POTRAD 2026 di Belinyu, Ajak Pelajar Kembali Kenal Ketapel dan Ella

Penulis: Alfian Batubara  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:03:01 WIB
Bupati Bangka Fery Insani menutup rangkaian POTRAD 2026 di Belinyu bersama Kepala Dindikpora Thony Marza dan sejumlah pejabat daerah.

BANGKA — Fery Insani menutup rangkaian lomba yang mempertandingkan sejumlah cabang permainan tradisional itu bersama Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Bangka Thony Marza. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Bangka, Kapolsek Belinyu, Sekretaris Kecamatan Belinyu, Lurah Kutopanji, serta sejumlah kepala SMP se-Kabupaten Bangka.

Antusiasme terlihat dari keterlibatan langsung orang nomor satu di Kabupaten Bangka. Fery bersama Thony mencoba dua cabang lomba, yakni ketapel dan ella, sebelum acara ditutup.

Ketapel dan Ella Jadi Daya Tarik Penutupan

Keterlibatan jajaran pimpinan daerah di arena lomba bukan tanpa alasan. Fery menyebut permainan tradisional adalah bagian penting dari identitas dan warisan budaya yang harus dijaga keberlangsungannya.

Menurutnya, sosialisasi olahraga tradisional perlu terus dilakukan agar tidak tergerus zaman. Apalagi intensitas generasi muda dengan permainan digital kini semakin tinggi.

"Mari kita lestarikan permainan tradisional sebagai warisan budaya daerah," ujar Fery Insani.

Ia menegaskan POTRAD bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan itu dinilai sebagai sarana mempererat kebersamaan, menanamkan nilai sportivitas, melatih ketangkasan, serta membangun kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

"POTRAD bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana mempererat kebersamaan, menanamkan nilai sportivitas, melatih ketangkasan, serta membangun kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal," tegas Fery.

Dukungan agar POTRAD Jadi Agenda Rutin

Fery menyatakan dukungannya agar kegiatan olahraga tradisional dikembangkan secara konsisten. Ia berharap POTRAD bisa menjadi agenda rutin yang memberi manfaat luas bagi masyarakat, khususnya pelajar di Kabupaten Bangka.

"Melalui kegiatan seperti POTRAD ini, anak-anak dan generasi muda dapat mengenal kembali permainan tradisional sekaligus belajar tentang kebersamaan, sportivitas, dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya," tambahnya.

Dari sisi pendidikan, Ketua MGMP PJOK Kabupaten Bangka Ferry Yasin menilai keberlangsungan POTRAD sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah. Permainan tradisional, kata dia, punya potensi besar dikembangkan lewat mata pelajaran PJOK dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

"Kami berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan baik dalam bentuk kebijakan, fasilitas, maupun pembinaan sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah serta generasi muda," ungkap Ferry Yasin.

Ia menambahkan, sekolah memegang peran strategis dalam membentuk karakter, mengembangkan keterampilan gerak, serta menanamkan nilai kerja sama dan sportivitas siswa. Sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi profesi guru, dan masyarakat diharapkan semakin kuat.

"Dengan berakhirnya kegiatan ini, kami berharap semangat pelestarian permainan tradisional tidak berhenti di arena perlombaan saja, tetapi terus berlanjut melalui pembelajaran di sekolah dan partisipasi aktif masyarakat," pungkasnya.

SMPN 3 Belinyu Juara 1 Cabang Ela Putra

Pada cabang Ela Putra, SMPN 3 Belinyu keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati SMPN 5 Belinyu, disusul SMPN 5 Sungailiat di urutan ketiga dan SMPN 6 Sungailiat di posisi keempat.

Rangkaian POTRAD Kabupaten Bangka 2026 berakhir dengan harapan agar permainan tradisional tetap hidup di sekolah dan tengah masyarakat, bukan hanya saat momentum perlombaan.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: timelines.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top