KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Taskya Namya mengaku menangis tak henti setelah menjalani adegan pemerkosaan dalam film horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (26/10/2026), aktris tersebut menyebut adegan itu sebagai pengalaman paling berat selama syuting. Film produksi Mika Entertainment ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 5 November 2026.
Taskya Namya memerankan Marni dalam film horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Adegan yang ia sebut paling membekas justru bukan soal horor, melainkan kekerasan seksual yang dialami tokohnya. Pengalaman itu ia ceritakan usai awak media menonton filmnya di XXI Epicentrum, Jakarta.
Menurut Taskya, adegan tersebut membuatnya sesak dan sulit menahan emosi di depan kamera. Ia bahkan sampai harus ditenangkan oleh asistennya sendiri di lokasi syuting.
Adegan Pemerkosaan yang Membuat Taskya Berontak
Taskya menyebut adegan pemerkosaan sebagai momen yang paling menguras emosi. Ia tidak menyembunyikan bahwa dirinya sangat tidak nyaman berada di situasi tersebut.
"Ada satu adegan yang membuat aku jujur sesak banget, yaitu adegan pemerkosaan tadi itu ada gitu. Jujur aku pribadi menjalankan adegan itu sangat berat," ujar Taskya Namya.
Reaksi emosionalnya tidak berhenti saat kamera dimatikan. Taskya mengaku menangis terus hingga asistennya turun tangan menenangkan.
"Aku nangis enggak berhenti sampai asistenku harus mencoba menenangkan diri karena aku nangisnya berontak banget karena aku sangat tidak suka ada di momen itu," katanya.
Peran Intimacy Coordinator Jadi Penopang di Lokasi
Di tengah tekanan adegan, Taskya merasa terbantu oleh tim yang menjaga dirinya. Ia secara khusus berterima kasih kepada intimacy coordinator yang bertugas mendampingi proses syuting.
"Tapi terima kasih buat timnya Runny sebagai intimacy coordinator sudah sangat menjaga aku," ucap Taskya.
Pendampingan itu penting karena adegan yang dijalani tergolong sensitif dan berpotensi traumatis. Taskya memilih masuk ke psikologi Marni agar bisa menjalani setiap take.
"Iya, karena ada rasa sensitif dan traumatis. Aku mencoba memosisikan sepatuku ada di posisinya Marni, di mana dia merasa insecure, harus berjuang untuk keluarganya tapi dilecehkan. Jadi sangat campur aduk di hati dan kepalanya dia," jelasnya.
Dipercaya Sutradara Hanny R. Saputra Memerankan Marni
Taskya juga menyampaikan terima kasih kepada Mika Production, Zakir Rasyidin, dan sutradara Hanny R. Saputra. Ketiganya disebutnya mempercayakan peran Marni kepadanya.
Ia berharap kerja keras seluruh pemain dan tim produksi bisa sampai ke penonton saat film tayang. Rambut Sewu: Satu Langkah Getih sendiri dijadwalkan masuk bioskop pada 5 November 2026.
"Semoga tadi teman-teman bisa lihat perjuangan dari kami semua cast yang main di film Rambut Sewu, semoga berkesan di hati kalian," pungkas Taskya Namya.
Bagi Taskya, Rambut Sewu menjadi salah satu proyek dengan beban emosional paling tinggi. Pengalaman itu sekaligus menunjukkan bagaimana kehadiran intimacy coordinator kini jadi standar penting dalam produksi film Indonesia yang mengangkat adegan sensitif.