SAMARINDA — Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Samarinda, Rony Wijaya, menegaskan bahwa kolaborasi dunia industri dan akademik menjadi kunci menyiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan pasar kerja yang bergerak cepat. Lewat forum itu, perusahaan membuka ruang dialog agar mahasiswa mendapat gambaran nyata soal tuntutan industri saat ini.
Kegiatan menyasar mahasiswa Teknik Lingkungan Unmul, prodi yang selama ini lekat dengan isu pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan. SUCOFINDO menilai profesi di bidang itu justru kian terbantu oleh perkembangan teknologi, bukan tergerus.
Wawasan Industri dan Teknologi Jadi Bekal Mahasiswa
Tema yang diusung menyoroti pemanfaatan teknologi sebagai penentu daya saing lulusan. Mahasiswa peserta mendapat pemaparan mengenai arah perkembangan industri serta keterampilan yang perlu dikuasai sebelum masuk ke dunia kerja.
Menurut Rony, teknologi tidak perlu dipandang sebagai ancaman bagi profesi teknik lingkungan. Sebaliknya, teknologi menjadi sarana meningkatkan efektivitas dan memperluas kontribusi profesi dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan.
"Kolaborasi antara dunia industri dan dunia akademik menjadi hal yang penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi wawasan sekaligus membuka ruang dialog agar mahasiswa memiliki gambaran yang lebih nyata mengenai kebutuhan industri saat ini," ujar Rony Wijaya.
SUCOFINDO: Perusahaan TIC Berdiri Sejak 1956
Dalam forum itu, Rony memperkenalkan SUCOFINDO sebagai perusahaan jasa Testing, Inspection, and Certification (TIC) yang telah berdiri sejak 1956. Perusahaan memiliki jaringan layanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Di Kalimantan Timur, jaringan layanan SUCOFINDO mencakup Samarinda, Bontang, Sangatta, dan Balikpapan. Kehadiran jaringan itu disebut relevan bagi mahasiswa yang ingin mengenal lebih dekat industri jasa pengujian dan sertifikasi.
Bagi mahasiswa Teknik Lingkungan, pemahaman soal layanan TIC membuka gambaran jalur karier yang lebih luas. Pengujian kualitas air, udara, dan limbah merupakan sebagian bidang yang bersinggungan langsung dengan kompetensi lulusan teknik lingkungan.
Jembatan antara Kampus dan Kebutuhan Pasar Kerja
Kegiatan semacam ini menempatkan perusahaan sebagai penghubung antara kurikulum kampus dan kebutuhan riil industri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendengar langsung standar kompetensi yang dipakai perusahaan.
SUCOFINDO menyatakan akan terus memperkuat perannya mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui program serupa. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai menjadi salah satu cara menyiapkan lulusan yang siap bersaing di era teknologi.