Laba Bersih Phapros Melonjak 311,58% jadi Rp 31,60 Miliar per Kuartal III 2026

Penulis: Ricki Manurung  •  Senin, 02 November 2026 | 15:07:01 WIB
Direktur Utama PT Phapros Tbk Intan Abdams Katoppo menyampaikan keterangan resmi terkait kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — PT Phapros Tbk (PEHA) membukukan laba bersih Rp 31,60 miliar hingga kuartal III 2026, melesat 311,58% dari Rp 7,68 miliar pada periode sama tahun lalu. Lonjakan lebih dari empat kali lipat itu ditopang penjualan yang tumbuh 15,07% menjadi Rp 786,57 miliar serta pengendalian biaya yang makin ketat.

Direktur Utama PT Phapros Tbk Intan Abdams Katoppo menyatakan perbaikan kinerja emiten farmasi pelat merah itu bersumber dari penguatan modal kerja, efisiensi biaya, pengembangan portofolio produk, dan perubahan sistem serta proses bisnis yang dijalankan sejak 2025.

"Kami optimis tren positif kinerja keuangan Phapros akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Bahkan, kami juga yakin dengan fundamental yang kokoh, tren pertumbuhan akan terus berlanjut hingga tahun depan," ujar Intan dalam keterangan resmi, Jumat (02/11/2026).

Penjualan Januari-September 2026 tercatat Rp 786,57 miliar, naik dari Rp 683,58 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan top line itu tetap lebih lambat dibanding lonjakan laba bersih, tanda bahwa perbaikan profitabilitas datang dari sisi biaya, bukan sekadar kenaikan volume penjualan.

Margin EBITDA Naik ke 15%, Efisiensi Operasional Menguat

EBITDA Phapros tumbuh 30,26% menjadi Rp 117,66 miliar. Margin EBITDA meningkat menjadi 15% dari sebelumnya 13,2%, level yang menurut manajemen mencerminkan operasional yang makin efisien.

Dari sisi beban pokok produksi, COGS tercatat Rp 384,04 miliar atau naik 11,04% dari Rp 345,86 miliar. Kenaikan itu lebih rendah daripada pertumbuhan penjualan, sehingga rasio COGS terhadap penjualan turun menjadi 48,8% dari 50,6%.

Alhasil, laba kotor naik 19,19% menjadi Rp 402,53 miliar dari Rp 337,72 miliar. Margin laba kotor ikut menebal menjadi 51,2% dari 49,4%.

Laba Usaha dan Laba Sebelum Pajak Ikut Melompat

Laba usaha Phapros tercatat Rp 80,97 miliar, naik 55,90% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 51,94 miliar. Adapun laba sebelum pajak meningkat 233,59% menjadi Rp 48,65 miliar dari Rp 14,58 miliar.

Perbedaan tajam antara pertumbuhan laba usaha dan laba sebelum pajak mengindikasikan beban di bawah garis usaha, termasuk pos keuangan, ikut menyusut dibandingkan tahun lalu.

Kas Operasi Naik 142,85%, Bantalan Likuiditas Menebal

Kas bersih dari aktivitas operasi naik 142,85% menjadi Rp 129,96 miliar dari Rp 53,51 miliar. Kas dan setara kas per 30 September 2026 tercatat Rp 157,54 miliar, naik 70,54% dari posisi 30 September 2025 sebesar Rp 92,38 miliar.

Total aset Phapros per September 2026 mencapai Rp 1,45 triliun, naik 4,74% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 1,39 triliun.

Sebagai pembanding, sepanjang 2025 Phapros membukukan penjualan Rp 940,88 miliar atau tumbuh 26,34% dibandingkan tahun sebelumnya. Manajemen menyatakan akan melanjutkan pengendalian biaya dan pengembangan portofolio produk untuk menjaga kinerja hingga akhir 2026.

Apa Artinya bagi Pemegang Saham PEHA

Bagi investor, kualitas laba kuartal III 2026 layak dicermati dari dua sisi. Pertama, arus kas operasi yang naik lebih dari dua kali lipat menunjukkan laba akuntansi ikut terkonversi menjadi kas, bukan hanya efek pos non-operasional.

Kedua, penurunan rasio COGS terhadap penjualan memberi ruang bagi margin untuk bertahan bila harga bahan baku farmasi bergerak naik. Namun pertumbuhan penjualan 15,07% masih di bawah capaian 2025, sehingga keberlanjutan akselerasi laba akan bergantung pada seberapa cepat portofolio produk baru menyumbang pendapatan.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top