KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Persib Bandung menang 2-1 atas Melbourne Victory FC pada laga Grup E Liga Champions Asia 2 2026 di Australia, Rabu (4/11/2026). Tertinggal lebih dulu akibat gol bunuh diri Julio Cesar pada menit ke-71, Maung Bandung membalikkan keadaan lewat Luka Menalo (85') dan Balsa Sekulic (90').
Kemenangan di markas lawan itu membuat Pelatih Igor Tolic menyebut kerja keras dan karakter tim sebagai penentu kebangkitan. Menurutnya, hasil tersebut bukan kebetulan, melainkan buah kekuatan skuad dan mental yang terbangun sejak lama.
Persib sempat tertinggal 0-1 lebih dulu akibat gol bunuh diri Julio Cesar pada menit ke-71. Kondisi itu memaksa Tolic merombak komposisi dan memasukkan tenaga segar dari bangku cadangan.
Mariano Peralta, Luka Menalo, Ragnar Oratmangoen, dan Marc Klok masuk untuk mengubah arah pertandingan. Sontekan Menalo di menit ke-85 menyamakan kedudukan, sebelum Balsa Sekulic memastikan kemenangan pada menit ke-90.
Tolic mengakui anak asuhnya kesulitan mengembangkan permainan dan kehilangan ketenangan, terutama pada babak pertama. Fase itu membuat kontrol Persib tidak selalu stabil.
"Kami sempat mengontrol beberapa bagian dari permainan, tetapi di beberapa bagian lain kami sempat panik. Jalannya pertandingan sebenarnya imbang 50:50, lalu kami kebobolan," kata Tolic.
Pelatih asal Kroasia itu juga mengapresiasi intensitas Melbourne Victory yang memaksa laga berjalan ketat sejak awal.
"Saya suka dengan cara Melbourne bermain. Mereka selalu bermain dengan sangat intens, melakukan pressing yang tinggi, dan merupakan tim yang sangat sulit untuk dilawan," ujarnya.
Perubahan terjadi setelah Persib melakukan rotasi. Masuknya pemain-pemain segar disebut Tolic membuat lini belakang lawan terekspos dan dimanfaatkan untuk menyerang.
"Ya, kami memasukkan pemain-pemain yang masih segar. Lini belakang mereka menjadi terekspos dan kami memanfaatkan hal itu untuk menyerang serta mencetak gol-gol yang menurut saya sangat indah," imbuh Tolic.
Tolic menilai kemampuan tim membalikkan keadaan bertumpu pada kualitas seluruh personel, baik starter maupun pemain yang menunggu kesempatan dari bangku cadangan.
"Saya memiliki 11 pemain yang siap di lapangan dan skuad yang luar biasa di bangku cadangan, sehingga kami bisa melakukan rotasi," tutur Tolic.
Ia menekankan hasil ini merupakan kerja bersama antara pemain dan staf pelatih. Peran pelatih adalah membantu serta mengarahkan, sementara para pemain menerjemahkan instruksi menjadi aksi di lapangan.
"Jadi, ini bukan sekedar remontada. Hal seperti ini sudah terlalu sering terjadi hingga bukan lagi sebuah kebetulan. Ini sudah terjadi selama tiga tahun belakangan ini," kata Tolic.
"Mereka tidak suka kalah. Mereka bereaksi, mereka masuk dan mencoba mencetak gol serta mencoba menang. Jadi saya pikir ini bagus," pungkasnya.