PANGKALPINANG — Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto menyampaikan angka tersebut di Pangkalpinang, Kamis, berdasarkan hasil survei kerangka sampel area (KSA) September 2026. Menurut dia, tambahan produksi itu tetap berarti bagi pasokan pangan warga di daerah ini.
"Peningkatan produksi padi petani ini tentunya dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat di daerah ini," kata Sugeng.
Survei KSA September 2026 memperkirakan potensi produksi padi sepanjang Oktober hingga Desember 2026 sebanyak 4.091 ton gabah kering panen (GKP). Dengan tambahan itu, total produksi padi petani Kepulauan Babel sepanjang 2026 tercatat 51.695 ton gabah kering.
Puncak produksi tahun ini terjadi pada Februari dengan 14.368 ton gabah kering. Sebaliknya, titik terendah jatuh pada November yang hanya sekitar 1.126 ton gabah kering.
Meski capaian Januari-September naik, BPS memperkirakan total produksi padi 2026 turun 9.576 ton atau 14,89 persen dibanding 2025 yang sebanyak 64.304 ton gabah kering. Angka proyeksi produksi tahunan itu 54.727 ton gabah kering.
Sugeng menyebut musim kemarau tahun ini, terutama pada Agustus, September, dan Oktober, membuat petani kesulitan air untuk tanaman padi. Kondisi itu berdampak langsung pada penurunan produksi di daerah ini.
Tiga kabupaten dengan produksi padi tertinggi pada 2026 adalah Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Bangka Barat. Adapun produksi terendah berada di Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Belitung, dan Kabupaten Belitung Timur.
Pola penurunan produksi tahun ini terjadi merata di seluruh kabupaten di Pulau Bangka. Sebaliknya, kabupaten di Pulau Belitung justru mencatat kenaikan produksi padi pada 2026.
"Penurunan produksi padi pada tahun ini terjadi di seluruh kabupaten yang berada di Pulau Bangka. Di sisi lain, kabupaten di Pulau Belitung mengalami peningkatan produksi padi pada tahun ini," ujar Sugeng.
Data BPS ini menjadi acuan awal bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah antisipasi pasokan beras menjelang akhir tahun, terutama dengan proyeksi produksi November yang hanya 1.126 ton gabah kering.