KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) memastikan suku bunga kredit kendaraan listrik sama dengan kendaraan konvensional, menyusul sorotan Periklindo soal disparitas bunga yang dikeluhkan calon konsumen. Penilaian pembiayaan murni berbasis profil debitur, bukan jenis kendaraan. Kebijakan tersebut menyertai lonjakan pembiayaan kendaraan listrik perseroan hingga 12,3 kali lipat secara tahunan per September 2026.
Direktur Utama BRI Finance Ignatius Susatyo Wijoyo menyatakan kebijakan tersebut sejalan dengan prinsip pembiayaan yang prudent dan objektif. Penetapan suku bunga, menurut Susatyo, berfokus pada profil dan kelayakan debitur.
Empat faktor menjadi dasar penilaian: riwayat kredit, kapasitas pembayaran, stabilitas penghasilan, dan karakter debitur. Pendekatan seragam berlaku untuk semua jenis kendaraan yang dibiayai perseroan.
"Pendekatan itu memastikan kualitas portofolio pembiayaan tetap terjaga, sekaligus memberikan kepastian dan keadilan bagi seluruh calon debitur, apa pun jenis kendaraan yang dipilih," ujar Susatyo kepada Kontan, Sabtu (7/11/2026).
Pernyataan tersebut merespons sorotan Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo). Asosiasi itu sebelumnya menyebut perbedaan suku bunga kredit antarperusahaan pembiayaan menjadi salah satu tantangan bagi calon konsumen kendaraan listrik.
Di sisi lain, BRI Finance mencatat penyaluran pembiayaan kendaraan listrik meningkat sekitar 12,3 kali lipat secara tahunan per September 2026. Pertumbuhan itu disebut sejalan dengan tren penjualan mobil listrik nasional.
Susatyo menyebut adopsi kendaraan listrik mulai marak pada tiga jenis: motor listrik, mobil listrik, dan truk listrik. Perusahaan menempatkan pembiayaan hijau sebagai bagian dari komitmen bisnis berkelanjutan.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendukung tren tersebut. Penjualan wholesales mobil listrik mencapai 117.218 unit sepanjang Januari–September 2026, naik 112,25% dari 55.225 unit pada periode sama tahun lalu.
Bagi konsumen, kebijakan bunga seragam menghapus kekhawatiran biaya cicilan lebih tinggi hanya karena memilih kendaraan listrik. Perbedaan tetap bisa muncul, tetapi berasal dari profil kredit masing-masing pemohon.
Pertumbuhan pembiayaan hijau yang agresif juga memberi sinyal bahwa perusahaan pembiayaan semakin terbuka pada segmen kendaraan listrik. BRI Finance belum merinci target pembiayaan kendaraan listrik untuk sisa tahun ini.