KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kesepakatan antara BTN dan SMBC Indonesia tertuang dalam dua perjanjian yang diteken pada 22 Mei 2026. Pertama, Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) senilai Rp 12,58 triliun untuk portofolio pinjaman pensiunan dan pra-pensiunan yang manfaatnya dikelola PT Taspen (Persero). Kedua, Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA) senilai Rp 7,34 triliun untuk pinjaman pensiunan yang dikelola PT Asabri (Persero), dana pensiun lainnya, serta pinjaman karyawan aktif tertentu.
Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menjelaskan bahwa nilai transaksi CLATA masih bersifat estimasi dan akan disesuaikan dengan ketentuan dalam perjanjian. “Harga pembelian tersebut berikut penyesuaiannya akan dibayarkan perseroan kepada SMBCI pada tanggal penyelesaian berdasarkan CLATA,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/5).
Total nilai akuisisi ini setara dengan 46,3% dari total ekuitas SMBC Indonesia per 31 Desember 2025. Namun, penyelesaian kedua transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan oleh masing-masing pihak.
BTN Gencar Garap Segmen Pensiunan dan Properti Second
Di sisi lain, BTN juga tengah menggenjot bisnis properti, khususnya rumah bekas (second). Perseroan baru saja meluncurkan program Lelang Akbar BTN 2026 dengan menyiapkan sekitar 10.000 unit properti. Harga yang ditawarkan disebut kompetitif, bahkan bisa mencapai 40% di bawah harga pasar.
Senior Executive Vice President (SEVP) Assets Management BTN, Benjamen Sihombing, mengatakan program ini untuk memperluas akses masyarakat memiliki hunian sekaligus mendukung program tiga juta rumah pemerintah. “Kami ingin membuka akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga kompetitif sekaligus memperkuat ekosistem transaksi properti second yang lebih sehat, transparan, dan mudah diakses,” ujarnya di Jakarta, Senin (25/5).
Untuk memudahkan pembelian, BTN menyediakan produk KPR BTN Maju dengan bunga mulai 5% fixed selama lima tahun, uang muka mulai 1%, serta tenor hingga 30 tahun. Targetnya, 35% hingga 45% dari total unit lelang bisa terjual tahun ini.
Milenial Mendominasi Pembeli Rumah Lelang BTN
Menariknya, mayoritas pembeli rumah lelang BTN berasal dari kelompok usia di bawah 45 tahun alias generasi milenial. Benjamen menilai tren ini menunjukkan meningkatnya minat generasi muda untuk berinvestasi properti. Properti lelang BTN paling banyak tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
“Yang paling kental itu ada di Jawa Barat. Karena Jawa Barat ini kan sebetulnya kalau kita lihat adalah penyangga utama properti. Bahkan ada dua wilayah lelang kami buat di sana, Jabar 1 dan Jabar 2,” kata Benjamen.
Dengan akuisisi portofolio kredit pensiunan dan gencarnya program properti second, BTN terus memperkuat posisinya sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan dan segmen pensiunan di Indonesia.