Setelah mengumumkan RTX Spark di Taipei, Jensen Huang langsung terbang ke Korea Selatan—negara yang dianggap Nvidia sebagai episentrum budaya esports dan PC Bang. Di sana, ia tidak hanya bertemu eksekutif pengembang game, tetapi juga menyambangi markas T1, tim juara dunia League of Legends, untuk meresmikan chip tersebut.
Faker dan T1 Jadi Garda Depan Pemasaran RTX Spark
Di T1 Base Camp, sebuah PC Bang milik tim esports T1, Huang bertemu langsung dengan legenda hidup Lee "Faker" Sang-hyeok, pemegang enam gelar juara dunia. Momen itu dimanfaatkan untuk mengumumkan kolaborasi dengan Riot Games guna membawa League of Legends dan VALORANT ke perangkat bertenaga RTX Spark.
Acara itu juga diisi dengan undian berhadiah laptop RTX Spark, merchandise bertanda tangan Huang dan Faker, serta kartu grafis GeForce RTX 5090. Langkah ini menunjukkan Nvidia tidak hanya menjual chip ke OEM, tetapi juga membangun buzz langsung di akar rumput gamer Korea.
Kejutan di Gangnam: PUBG Ally dan CINDER City Beraksi
Dari T1, Huang bergerak ke distrik Gangnam, Seoul, dan mendatangi dua PC Bang secara mendadak. Di Optimum Zone PC, ia bersama Chairman KRAFTON Byung-gyu Chang memamerkan PUBG: BATTLEGROUNDS dan Subnautica 2 di atas RTX Spark. Sorotan utama adalah PUBG Ally—karakter co-playable yang digerakkan oleh teknologi Nvidia ACE, hasil riset AI bersama antara KRAFTON dan Nvidia.
Di lokasi kedua, Portal PC, giliran NC yang unjuk gigi. Co-CEO NC Taekjin Kim mendampingi Huang saat mendemonstrasikan CINDER CITY dan AION 2. CINDER CITY, game tembak-menembak taktis open-world yang sangat dinantikan, disebut akan mendukung DLSS 4.5 Dynamic Multi Frame Generation dan Super Resolution saat rilis tahun ini. Game ini juga bisa dimainkan di laptop RTX Spark yang tipis dan PC desktop kompak.
Superchip yang Mengubah Bentuk PC Windows
RTX Spark bukan sekadar kartu grafis biasa. Nvidia mendesainnya sebagai superchip yang menggabungkan 30 tahun inovasi perusahaan ke dalam satu paket hemat daya. Targetnya: laptop Windows tipis dengan daya tahan baterai seharian, serta PC desktop kecil yang sangat efisien. Chip ini mendukung seluruh tumpukan teknologi RTX, termasuk DLSS 4.5 Ray Reconstruction terbaru dengan transformer model generasi kedua untuk kualitas gambar yang lebih realistis.
Selain KRAFTON, NC, dan Riot Games, lebih dari 100 penyedia software Windows dan pengembang game—termasuk NetEase, Remedy Entertainment, dan Xbox—dilaporkan sudah mengadopsi RTX Spark. Nvidia belum mengumumkan harga resmi untuk pasar global, termasuk Indonesia, tetapi analis memperkirakan perangkat berbasis RTX Spark akan mulai mengisi rak ritel pada kuartal keempat tahun ini.