Pencarian

Maling di Mojokerto Kirim Surat Maaf Sebelum Berdamai, Motif Biaya Sekolah Anak Rp870.000

Selasa, 16 Juni 2026 • 22:37:31 WIB
Maling di Mojokerto Kirim Surat Maaf Sebelum Berdamai, Motif Biaya Sekolah Anak Rp870.000
Pelaku pencurian di Mojokerto mengirim surat maaf sebelum berdamai dengan korban.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kasus pencurian yang sempat viral di media sosial itu berujung pada pencabutan laporan polisi. EPB bersama korban, Alfin Setyo Tunggal, mendatangi Polsek Pungging untuk menyelesaikan perkara secara kekeluargaan. Polisi bertindak sebagai fasilitator dalam mediasi tersebut.

Motif Ekonomi di Balik Aksi Pencurian

EPB mengakui seluruh perbuatannya di hadapan penyidik. Ia menjelaskan bahwa pencurian dilakukan karena alasan ekonomi yang mendesak. "Saya (pekerjaannya) jualan serabutan. Pinjam (uang) ke teman saya tidak ada yang mau nolong," kata EPB.

Pelaku mengaku hasil curian digunakan untuk membayar uang semester sekolah anaknya. Nominal yang dibutuhkan sebesar Rp870.000. Dalam pengakuannya, EPB juga menyampaikan penyesalan mendalam atas perbuatannya.

Surat Maaf sebagai Jembatan Perdamaian

Menurut EPB, surat permintaan maaf dikirimkan karena ia tidak berani menemui korban secara langsung. Ia khawatir akan diamuk massa jika tertangkap tangan. "Saya sempat tidak jujur saat pertama kali tertangkap karena takut," ungkapnya.

Dalam surat tersebut, EPB juga berjanji akan mengembalikan uang curian setelah menerima gaji. Kesediaan korban untuk memaafkan menjadi titik terang penyelesaian kasus ini. Alfin Setyo Tunggal selaku pemilik toko kelontong menerima permintaan maaf pelaku.

Polisi Fasilitasi Mediasi, Laporan Dicabut

Proses mediasi berlangsung di Mapolsek Pungging. Kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan perkara ke ranah hukum. Polisi kemudian memfasilitasi pencabutan laporan polisi yang sebelumnya telah dibuat.

EPB berstatus sebagai tersangka sebelum akhirnya kasus diselesaikan secara restorative justice. Pihak kepolisian menilai perdamaian ini sebagai solusi terbaik mengingat motif ekonomi yang mendasari aksi pencurian. Pelaku juga tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena narasi pengampunan di tengah tekanan ekonomi. Warganet ramai membahas surat permintaan maaf yang ditulis tangan oleh EPB. Banyak yang bersimpati pada kondisi pelaku yang nekat mencuri demi pendidikan anak.

Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks