BANGKA — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani memperingatkan para pegawai di lingkungan Pemprov Babel untuk tidak lagi melakukan perjalanan dinas (DL) secara sembarangan. Peringatan tegas ini disampaikan Hidayat saat apel pagi di kantor gubernur, Rabu (17/6/2026), sebagai respons atas temuan banyaknya pegawai yang ikut dalam satu kegiatan tanpa alasan teknis yang jelas.
Efisiensi Anggaran Jadi Alasan Utama
Hidayat mengungkapkan, dalam setahun terakhir pihaknya berhasil menekan anggaran perjalanan dinas secara drastis. Dari semula Rp 94 miliar, anggaran tersebut kini hanya tersisa Rp 38 miliar. "Ini era yang sangat berat. Berbeda dengan tahun sebelumnya, saya harus ambil tindakan, salah satunya efisiensi anggaran perjalanan dinas," tegasnya.
Aturan Baru: DL Harus Sepengetahuan Gubernur
Kebijakan baru ini mewajibkan setiap perjalanan dinas harus diketahui langsung oleh gubernur. Izin DL hanya akan diberikan untuk urusan teknis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti di bidang pertanian dan kesehatan. Hidayat juga menyoroti kebiasaan lama di mana satu kegiatan bisa diikuti hingga sepuluh orang, namun setelahnya hanya mengambil stempel dan langsung pulang.
"Saya lihat banyak staf yang ikut, bahkan satu kegiatan bisa 10 orang, ambil stempel lalu pulang, ini tidak boleh lagi," kata Hidayat.
Ancaman Tegas: Siap-siap Ketemu di Bandara
Gubernur memberikan ancaman langsung kepada pegawai yang nekat melanggar aturan. "Kalau ada yang tidak sesuai, awas nanti ketemu di bandara, saya beri peringatan," ujar Hidayat. Ia menegaskan, para pegawai tanpa terkecuali harus taat. "Jika tidak siap-siap disanksi atau segera keluar dari barisan," pesannya.
Posko Pengawasan dan Nasib 3.000 PPPK Paruh Waktu
Untuk mendisiplinkan kegiatan dinas luar, Pemprov Babel akan membentuk posko pengaduan dan pengawasan yang melibatkan inspektorat. Hidayat berharap, dengan efisiensi yang telah dilakukan, gaji seluruh pegawai termasuk lebih dari 3.000 PPPK paruh waktu di lingkungan Pemprov Babel bisa dibayarkan tepat waktu setiap bulannya.
"Mudah-mudahan tahun berikutnya kondisi semakin membaik, pembangunan bisa dimaksimalkan lagi, termasuk kesejahteraan pegawai akan diperhatikan," tutup Hidayat.