Pencarian

Bupati Belitung Jamu Dua Evaluator UNESCO Global Geopark dengan Tradisi Makan Bedulang di Rumah Adat Melayu

Senin, 03 Agustus 2026 • 19:08:02 WIB
Bupati Belitung Jamu Dua Evaluator UNESCO Global Geopark dengan Tradisi Makan Bedulang di Rumah Adat Melayu
Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menyambut dua evaluator UNESCO Global Geopark dengan tradisi makan bedulang di Rumah Adat Melayu Belitung, Senin.

BELITUNG — Dua evaluator UNESCO Global Geopark yang tengah melakukan penilaian di Pulau Belitung disambut dengan tradisi makan bedulang, sebuah tata cara menyantap hidangan bersama dalam satu wadah yang menjadi simbol penghormatan tertinggi masyarakat setempat. Kedatangan mereka berlangsung di Rumah Adat Melayu Belitung pada Senin lalu.

Kedua evaluator yang hadir yakni Dr. Jinfang Han, Assistant Researcher dari China Tourism Academy, serta Kana Furusawa selaku Secretary General of Japanese Geopark Networks sekaligus Vice President of The Global Geopark Networks. Kehadiran mereka merupakan rangkaian evaluasi berkala terhadap status UNESCO Global Geopark yang disandang Pulau Belitung.

Bukan Sekadar Proses Penilaian, tapi Ruang Perbaikan

Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan bahwa kedatangan dua evaluator bukan hanya bagian dari proses administrasi penilaian. Momen ini justru dimanfaatkan sebagai kesempatan berharga untuk belajar memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan Geopark sesuai standar UNESCO.

"Kami merasa sangat terhormat atas kehadiran dua evaluator Unesco Global Geopark di Pulau Belitung," ujarnya di Rumah Adat Melayu Belitung, Senin.

Djoni menambahkan, status UNESCO Global Geopark yang kini disandang Pulau Belitung merupakan amanah besar bagi masyarakat saat ini maupun generasi mendatang. Seluruh kebijakan pembangunan kawasan Geopark diarahkan pada tiga pilar utama UNESCO Global Geopark.

Mengapa Tradisi Makan Bedulang Jadi Pilihan Penyambutan?

Alih-alih menerima tamu di ruang rapat formal, Pemkab Belitung memilih pendekatan budaya. Makan bedulang dihadirkan sebagai cara memperkenalkan Belitung dari sisi kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

"Melalui kesempatan ini kami ingin memperkenalkan Belitung bukan melalui ruang-ruang rapat melainkan lewat pendekatan budaya tradisi makan bedulang yang dinikmati bersama," kata Djoni.

Tradisi ini merupakan simbol kebersamaan, persahabatan, dan bentuk penghormatan tertinggi kepada setiap tamu yang hadir. Satu dulang berisi berbagai hidangan khas kemudian dinikmati bersama-sama, mencerminkan kehangatan masyarakat Melayu Belitung.

"Tradisi makan bedulang ini merupakan simbol kebersamaan, persahabatan, dan penghormatan kepada setiap tamu yang hadir di Belitung," ujarnya.

Harapan di Balik Agenda Evaluasi

Djoni berharap selama menjalani rangkaian agenda evaluasi, kedua penilai dapat menikmati keindahan panorama alam Belitung yang dikenal luas melalui novel dan film Laskar Pelangi. Ia juga berharap mereka mengenal lebih dekat kebudayaan lokal serta merasakan langsung keramahan hangat masyarakat Belitung.

"Sekaligus mengenal lebih dekat kebudayaan lokal, serta merasakan langsung keramahan hangat masyarakat Belitung," katanya.

Penyambutan dengan tradisi makan bedulang ini menjadi pembuka rangkaian agenda evaluasi yang akan dijalani kedua penilai selama berada di Pulau Belitung. Hasil evaluasi tersebut akan menentukan keberlanjutan status UNESCO Global Geopark bagi kawasan yang dikenal dengan keindahan pantai dan formasi batuan granitnya itu.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks