Pencarian

Transaksi Belitung Expo 2026 Tembus Rp1,46 Miliar, Jajanan Kekinian Jadi Primadona UMKM

Kamis, 09 Juli 2026 • 23:45:31 WIB
Transaksi Belitung Expo 2026 Tembus Rp1,46 Miliar, Jajanan Kekinian Jadi Primadona UMKM
Transaksi Belitung Expo 2026 mencapai Rp1,46 miliar dengan jajanan kekinian sebagai kontributor utama.

BELITUNG — Perputaran uang di Belitung Expo 2026 yang berlangsung pada 1-5 Juli lalu tak hanya menjadi catatan manis bagi pemerintah daerah, tetapi juga dirasakan langsung oleh pedagang kecil. Dari total omset Rp1,46 miliar, klaster jajanan kekinian mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp273,493 juta, mengungguli sektor makanan tradisional dan kerajinan tangan.

Klaster Apa yang Paling Laris Manis?

Data dari Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Kabupaten Belitung menunjukkan selera pengunjung expo bergeser ke camilan modern. Setelah jajanan kekinian, klaster berkembang menempati posisi kedua dengan omset Rp205,66 juta, disusul klaster makanan Nusantara yang meraup Rp183,67 juta.

Menariknya, transaksi dari stan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi sektoral justru cukup besar, mencapai Rp182,24 juta. Sementara itu, cafe dan coffee shop membukukan Rp162,36 juta, dan klaster kriya (kerajinan tangan serta souvenir) hanya menyumbang Rp18,55 juta—menjadi sektor dengan perputaran paling kecil.

18.100 Pengunjung Jadi Sumber Akselerasi Ekonomi

Keberhasilan ini tak lepas dari animo masyarakat. Berdasarkan data karcis masuk Pantai Wisata Tanjungpendam, total pengunjung selama lima hari mencapai 18.100 orang. "Antusiasme 18.100 pengunjung yang hadir memberikan dampak akselerasi ekonomi yang nyata bagi pelaku UMKM," ujar Edi Siswaya di Tanjungpandan, Kamis.

Menurut Edi, angka Rp1,46 miliar bukan sekadar statistik. "Capaian omset ini membuktikan bahwa kegiatan Belitung Expo 2026 berhasil secara nyata menggerakkan perekonomian masyarakat," tegasnya.

UMKM Jadi Motor, Bukan Sekadar Penonton

Pemerintah daerah menilai expo tahun ini menegaskan kembali peran strategis sektor UMKM sebagai penggerak utama ekonomi lokal. Belitung yang selama ini dikenal dengan destinasi wisata pantai dan tambang timah, perlahan mulai mengandalkan sektor usaha kecil sebagai penopang pendapatan warga.

Ke depan, DKUKMPTK Belitung berencana memperbanyak klaster kuliner dan produk kreatif dalam event serupa, sembari mendorong pelaku kriya agar lebih agresif dalam pemasaran. Sebab, selisih omset antara jajanan kekinian dan kerajinan tangan yang mencapai lebih dari Rp250 juta menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi dinas.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks