PANGKALPINANG — Petugas Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pangkalpinang turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi sekitar 400 data Anak Tidak Sekolah (ATS) yang muncul dalam dashboard pendataan tahun 2026. Verifikasi faktual ini dilakukan dengan mendatangi setiap alamat untuk memastikan status anak dan menentukan bentuk penanganan yang tepat.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdik Kota Pangkalpinang, Effendi, menegaskan bahwa data yang terpampang di dashboard masih bersifat sementara dan belum bisa dijadikan acuan sebelum dicek langsung ke lokasi.
“Data di dashboard saat ini sekitar 400 anak. Namun itu belum terverifikasi sehingga kami harus turun langsung memastikan apakah mereka benar-benar masuk kategori anak tidak sekolah,” ujar Effendi, Kamis (9/7/2026).
Gerunggang Jadi Wilayah Prioritas Penanganan
Dari pemetaan sementara, Kecamatan Gerunggang kembali menempati posisi pertama dengan jumlah ATS terbanyak di Pangkalpinang. Wilayah ini mendapat perhatian lebih dari Disdik sejak tahun lalu.
“Gerunggang memang menjadi kecamatan dengan jumlah ATS terbanyak. Karena itu tahun lalu kami melakukan berbagai intervensi, mulai dari beasiswa hingga mengarahkan mereka mengikuti pendidikan nonformal,” kata Effendi.
Menurutnya, tidak semua anak yang tercatat di dashboard dipastikan masih berstatus ATS. Sebagian kemungkinan sudah kembali bersekolah, pindah domisili, atau mengalami perubahan data lainnya. Verifikasi menjadi langkah krusial agar intervensi pemerintah tepat sasaran.
Upaya Sepanjang 2025 Tekan Angka ATS
Disdik Pangkalpinang mencatat hasil positif dari penanganan ATS sepanjang 2025. Melalui pendataan, pendampingan keluarga, pemberian bantuan pendidikan, hingga arahan mengikuti pendidikan kesetaraan, jumlah ATS di kota ini berhasil ditekan menjadi 221 anak usia 7–18 tahun yang tersebar di tujuh kecamatan.
“Tugas kami sekarang memastikan satu per satu data tersebut. Setelah diverifikasi, baru diketahui jumlah sebenarnya sehingga penanganannya lebih tepat,” ujar Effendi.
Libatkan Operator Kelurahan hingga Pekerja Sosial
Untuk mempercepat proses verifikasi, Disdik menggandeng operator kelurahan, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), serta operator satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama. Pendekatan terintegrasi ini diharapkan menghasilkan data yang benar-benar valid.
“Semua dilakukan secara terintegrasi agar data yang dihasilkan benar-benar valid dan setiap anak yang belum sekolah bisa segera mendapatkan penanganan,” tutup Effendi.