BANGKA TENGAH — Keberhasilan ini menegaskan konsistensi PERSINAS ASAD dalam sistem pembinaan atlet pencak silat secara berjenjang. Tidak hanya unggul dari segi kuantitas medali, kedalaman skuad juga terlihat dari raihan 12 medali perak dan 12 medali perunggu yang menyertai gelar juara umum.
Hasil 36 Medali dari 40 Atlet: Bukti Efektivitas Pembinaan
Ketua kontingen PERSINAS ASAD Bangka Tengah menyebut capaian ini merupakan buah dari latihan disiplin para atlet dan dedikasi pelatih. "Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras para atlet yang berlatih dengan disiplin, dedikasi para pelatih yang terus membimbing, serta dukungan penuh dari orang tua dan seluruh keluarga besar PERSINAS ASAD," ujarnya.
Perolehan medali emas yang merata di kelompok usia dini, pra remaja, remaja, dan dewasa menunjukkan bahwa regenerasi atlet berjalan baik. Hal ini menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi di level provinsi, nasional, bahkan internasional.
Evaluasi dan Pengalaman Bertanding Jadi Target Utama
Kejuaraan IPSI Bangka Tengah 2026 tidak hanya dimaknai sebagai ajang perebutan prestasi. Bagi PERSINAS ASAD, even ini menjadi sarana evaluasi hasil pembinaan sekaligus mempererat persaudaraan antarperguruan pencak silat.
Para pesilat muda mendapat pengalaman bertanding yang berharga untuk meningkatkan teknik, strategi, dan mental juara. "Kami bersyukur atas hasil yang diraih dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet," tambah ketua kontingen.
Dominasi yang Memperkuat Tradisi Silat di Bangka Tengah
Dengan torehan 36 medali dari 40 atlet, PERSINAS ASAD Bangka Tengah kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan dengan sistem pembinaan solid dan berkelanjutan. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Tengah sekaligus bukti bahwa pembinaan olahraga yang konsisten melahirkan atlet berprestasi dan berkarakter.
Pencapaian ini sejalan dengan nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang terus dijaga dan dikembangkan di daerah.