KOBA — BPBD Kabupaten Bangka Tengah mencatat penambahan 29 kejadian karhutla dalam perkembangan data terbaru hingga 21 Agustus 2026. Sebelumnya, sejak Januari 2026, jumlah kejadian tercatat 81 kasus dengan luas lahan terdampak 146 hektare, dan kini meningkat menjadi 110 kejadian dengan total area terbakar 178,92 hektare.
Kepala BPBD Bangka Tengah Yudhi Sabara mengatakan peningkatan kejadian karhutla cukup tinggi terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Kondisi ini dipicu oleh musim kemarau yang melanda wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Penambahan 29 Kejadian dan 32,92 Hektare Lahan Terbakar
Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Bangka Tengah menunjukkan penambahan 29 kejadian karhutla dan 32,92 hektare luas lahan terdampak dalam periode pembaruan data terakhir. Angka ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah kabupaten setempat.
Yudhi menegaskan pihaknya bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap potensi karhutla di sejumlah wilayah. Langkah ini diambil guna mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Rekapitulasi Bencana Januari–Agustus 2026: 154 Kejadian, 790 Orang Terdampak
Selain karhutla, Pusdalops BPBD Bangka Tengah mencatat sejumlah bencana hidrometeorologi sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Tercatat 20 kejadian angin kencang, 11 banjir, dua banjir rob, dan tiga kekeringan melanda wilayah kabupaten tersebut.
Bencana nonalam juga tercatat dalam periode yang sama, meliputi tiga kebakaran rumah, dua kecelakaan mobil, satu pohon tumbang, satu kejadian tersambar petir, dan dua kecelakaan kapal.
Secara keseluruhan, jumlah bencana yang tercatat mencapai 154 kejadian. Peristiwa-peristiwa ini berdampak terhadap 790 orang serta menyebabkan kerusakan pada 24 bangunan dan 255 rumah di Bangka Tengah.