PANGKALPINANG — Kabid Pengembangan Budaya Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bangka Tengah, Arzali, hadir sebagai narasumber dalam forum tersebut. Tradisi Murok Jerami dibahas sebagai bagian dari pengetahuan dan praktik budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Diskusi menyoroti keberadaan tradisi itu sebagai praktik budaya yang menyatu dengan kehidupan pertanian warga Bangka Tengah.
Apa Itu Tradisi Murok Jerami dan Mengapa Penting Dibahas?
Tradisi Murok Jerami tidak hanya merepresentasikan aktivitas produksi pangan. Tradisi ini mengandung rasa syukur, mengenang leluhur, nilai sosial, serta pengetahuan lokal mengenai hubungan manusia dengan alam, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, dokumentasi dan kajian terhadap tradisi Murok Jerami dinilai penting. Tujuannya agar pengetahuan budaya tersebut dapat terus dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Nilai Ketahanan Pangan dalam Praktik Budaya Tani
FGD menempatkan Murok Jerami sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan. Tradisi ini dinilai menyimpan pengetahuan lokal yang relevan dengan keberlanjutan budaya pertanian masyarakat Bangka Tengah.
Pembahasan menyentuh aspek ekologis tradisi, terutama hubungan manusia dengan alam yang terbangun lewat praktik pertanian turun-temurun. Nilai-nilai itu dinilai perlu terus digali agar tidak hilang ditelan perubahan zaman.
Tantangan Pelestarian Budaya Tani di Tengah Modernisasi
Diskusi juga membahas tantangan pelestarian budaya tani di tengah perubahan sosial dan ekonomi masyarakat. Modernisasi pertanian, perubahan pola kehidupan, serta berkurangnya keterlibatan generasi muda dalam aktivitas pertanian menjadi sejumlah isu yang perlu mendapat perhatian.
Sejumlah isu tersebut dinilai perlu dijawab agar keberlanjutan tradisi tetap terjaga. Tanpa keterlibatan generasi muda, pengetahuan lokal yang terkandung dalam Murok Jerami berisiko tidak terwariskan.
Harapan dari Pelaksana FGD
Ketua Tim Pelaksana, Muhammad Hijran, mengatakan bahwa kegiatan FGD tersebut diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai Murok Jerami, baik sebagai praktik budaya maupun sebagai bagian dari pengetahuan lokal masyarakat Bangka Tengah.
"Melalui FGD ini, kami ingin mendokumentasikan tradisi Murok Jerami sekaligus menggali lebih jauh nilai-nilai yang terdapat dalam tradisi Murok Jerami, terutama kaitannya dengan ketahanan pangan, pengetahuan lokal, dan pelestarian budaya tani masyarakat," ujar Muhammad Hijran.
Langkah Lanjutan untuk Dokumentasi Budaya
FGD ini menjadi ruang diskusi untuk menggali nilai-nilai budaya, sosial, dan ekologis yang terkandung dalam tradisi Murok Jerami. Forum juga melihat relevansi tradisi tersebut dengan upaya menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan budaya pertanian masyarakat di Kabupaten Bangka Tengah.
Hasil diskusi diharapkan menjadi bahan dokumentasi dan kajian lebih lanjut. Dengan begitu, pengetahuan budaya yang terkandung dalam Murok Jerami dapat terus dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.