SUNGAILIAT — Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Lingkungan Hidup resmi menjalankan Gerakan Memilah Pintar dan Pengelolaan Sampah (GEMPITA MAS) dengan tema "Pilah dari Sumber, Kelola Sampahnya, Jaga Lingkungannya". Acara peluncuran dibuka langsung oleh Bupati Bangka H. Fery Insani dan dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Boy Yandra, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Thony Marza, Ketua Masjid Al Husna H. Sudirganto, serta Lurah Srimenanti Ratno Daeng.
Peluncuran program merupakan hasil kerja sama Dinas LH Kabupaten Bangka, PT Timah Tbk, dan Masjid Al Husna Lingkungan Sidodadi. Kolaborasi itu menempatkan masjid sebagai titik awal sosialisasi pemilahan sampah ke warga sekitar.
Pemilahan Sampah Baru 11 Persen, Target 30 Persen
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Boy Yandra menyebut program ini menyikapi volume sampah di Kabupaten Bangka yang terus naik tanpa diimbangi kesadaran pengelolaan yang memadai. Tingkat pemilahan sampah di daerah itu baru mencapai 11 persen.
"Saat ini tingkat pemilahan sampah di daerah kita baru mencapai 11 persen, padahal target Kementerian Lingkungan Hidup adalah 30 persen sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir," ujar Boy Yandra.
Melalui GEMPITA MAS, warga diajak memilah sampah sejak dari rumah. Sampah terpilah diharapkan mengurangi volume yang masuk ke TPA sekaligus memberi nilai ekonomis bagi warga yang mengelolanya.
Sidodadi dan Cokro Jadi Kawasan Percontohan
Dua lingkungan ditetapkan sebagai kawasan percontohan pengelolaan sampah, yakni Sidodadi dan Lingkungan Cokro. Boy Yandra berharap kedua kawasan itu bisa ditiru lingkungan lain di Kabupaten Bangka.
Pemilihan masjid sebagai lokasi peluncuran memberi jalur sosialisasi langsung ke jamaah dan warga sekitar. Pola ini memungkinkan pendampingan pemilahan berjalan dari lingkup RT dan lingkungan sebelum meluas ke kecamatan lain.
Bupati: Kebersihan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama
Bupati Bangka Fery Insani mengapresiasi inisiatif program tersebut. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan harus dimulai dari rumah masing-masing.
Dengan target pemilahan 30 persen, Dinas LH Kabupaten Bangka perlu menaikkan capaian dari 11 persen dalam waktu yang tersisa. Keberhasilan Sidodadi dan Cokro akan menjadi ukuran awal apakah pola berbasis masjid ini layak direplikasi ke lingkungan lain di Kabupaten Bangka.