TANJUNGPANDAN - Pemerintah Kabupaten Belitung resmi membuka gelaran Festival Budaya Rumah Panggong di Desa Aik Pelempang Jaya (APJ), Kecamatan Tanjungpandan, pada Kamis (30/4/2026). Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga 4 Mei 2026 ini dirancang sebagai wadah pelestarian tradisi lokal sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat.
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, kekayaan budaya Belitung memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan yang melengkapi pesona keindahan pantai yang selama ini menjadi ikon daerah.
"Budaya itu perlu kita lestarikan, perlu kita kembangkan, perlu kita inovasikan lagi untuk kita dorong menjadi etalase baru yang menarik," ujar Djoni Alamsyah Hidayat sesaat setelah membuka kegiatan secara resmi. Ia menekankan bahwa inovasi dalam pengemasan budaya akan membuat identitas lokal semakin dikenal luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Lebih lanjut, Djoni mengungkapkan bahwa pemerintah daerah memiliki visi jangka panjang untuk mensinergikan berbagai perhelatan di tingkat desa. Pemerintah Kabupaten Belitung berencana mendorong kegiatan serupa agar dapat terkolaborasi dengan lebih baik sehingga mampu naik kelas menjadi agenda pariwisata berskala nasional di masa mendatang.
Kepala Desa Aik Pelempang Jaya, Rizali, menjelaskan bahwa festival ini mengusung tiga misi utama, yakni edukasi, kebanggaan budaya, dan peningkatan kesejahteraan. Fokus utama penyelenggaraan tahun ini adalah memperkenalkan arsitektur dan filosofi rumah panggung kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
"Kita ingin memperkenalkan rumah panggung ke generasi muda, membanggakan budaya kita yang ada seperti tarian dan makan medulang," kata Rizali. Melalui pengenalan ini, diharapkan muncul rasa kepemilikan dan kebanggaan di kalangan pemuda desa terhadap warisan leluhur mereka sendiri.
Selain aspek kultural, festival ini juga menjadi tumpuan bagi para pelaku usaha kecil di Desa Aik Pelempang Jaya. Panitia sengaja melibatkan sektor UMKM di sepanjang lokasi acara untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga. Rizali menegaskan bahwa peningkatan penghasilan warga melalui aktivitas dagang selama festival merupakan salah satu indikator keberhasilan acara tersebut.
Festival Rumah Panggong tahun ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua. Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, pihak pemerintah desa berencana mematenkan jadwal festival agar menjadi agenda rutin tahunan. Rizali menyatakan bahwa setiap tahunnya, festival akan digelar pada tanggal yang sama dengan mengusung tema utama "ngopi, berpantun, dan bermedulang".
"Insyaallah tiap tahun dengan tanggal yang sama. Kita akan patenkan," tutur Rizali optimis. Konsistensi waktu penyelenggaraan ini diharapkan memudahkan para wisatawan untuk menjadwalkan kunjungan mereka ke Desa Aik Pelempang Jaya setiap tahunnya.
Berbagai kegiatan menarik turut memeriahkan festival yang dipusatkan di kawasan Zuwembad, sebuah lokasi yang berada di tengah desa. Rangkaian acara meliputi lomba menyeduh kopi, lomba berpantun, hingga lomba unik bagi ibu-ibu yang bergoyang dengan mengenakan busana adat khas Belitung. Kemeriahan festival juga didukung dengan panggung hiburan musik yang dapat dinikmati warga hingga malam hari.
Melalui integrasi antara pelestarian adat dan pemberdayaan ekonomi, Festival Rumah Panggong APJ diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Kepulauan Bangka Belitung dalam mengelola potensi lokal. Kesuksesan acara ini ke depan akan menjadi tolok ukur sejauh mana budaya tradisional mampu beradaptasi dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat di era modern.