IHSG Terkoreksi 1%, Sektor Kesehatan Justru Melonjak 5,57%

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Senin, 11 Mei 2026 | 11:03:14 WIB
IHSG terkoreksi 1,07% pada pembukaan perdagangan Senin, 11 Mei 2024.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan koreksi tajam. Pada perdagangan Senin (11/5), indeks merosot lebih dari satu persen di tengah mayoritas sektor saham memerah.

JAKARTA — Tekanan jual mendominasi awal pekan ini. IHSG tercatat anjlok 1,07% ke level 6.894 pada pukul 09.43 WIB, setelah sempat dibuka tipis di zona hijau. Indeks LQ45 ikut terperosok 1,4% ke angka 666, menandakan tekanan meluas ke saham-saham berkapitalisasi besar.

Sektor Kesehatan Melonjak, Energi Terkapar

Di tengah bursa yang lesu, sektor kesehatan menjadi bintang dengan penguatan fantastis mencapai 5,57%. Sektor infrastruktur ikut menghijau, naik 1,38%. Namun, sektor energi justru paling tertekan dengan penurunan 2,36%, disusul sektor industri yang terpangkas 1,53% dan sektor keuangan yang melemah 1,37%.

Saham Bank BUMN Terpukul, BMRI Ambrol 7,34%

Saham perbankan menjadi pemberat utama IHSG. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ambrol 7,34% menjadi Rp 4.290 per saham dari posisi penutupan sebelumnya Rp 4.630. Nilai transaksi saham BMRI menjadi yang tertinggi di bursa, mencapai Rp 756,8 miliar dengan volume perdagangan lebih dari 1,7 juta saham. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga masuk jajaran saham teraktif berdasarkan nilai dengan transaksi Rp 251 miliar.

Daftar Top Gainers: Saham Kesehatan Mendominasi

Tak hanya sektornya yang menguat, saham-saham emiten kesehatan juga membanjiri daftar top gainers. Berikut lima saham dengan kenaikan tertinggi pada awal sesi perdagangan:

  • Saham MEDS naik 32,48%
  • Saham IKPM naik 29,66%
  • Saham LABS naik 24,22%
  • Saham KAEF naik 23,12%
  • Saham PEHA naik 23,12%

Top Losers: Saham ESIP Pimpin Pelemahan

Tekanan jual terlihat jelas pada saham-saham sektor non-siklikal. Saham ESIP menjadi yang paling terpuruk dengan koreksi 14,97%, disusul ASPR yang merosot 14,91%, dan SHIP yang turun 14,90%. Saham NIKL dan MGNA juga tak luput dari tekanan dengan penurunan masing-masing 13% dan 11,76%.

Transaksi dan Pergerakan Dolar

Total frekuensi perdagangan saham mencapai 838.475 kali dengan volume 12 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat Rp 5,7 triliun. Di pasar valuta asing, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp 17.407. Sebanyak 455 saham melemah, sementara 184 saham menguat dan 96 saham stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual di awal pekan ini.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top