KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengonfirmasi korban menjalani tugas belajar sebagai residen anestesi di rumah sakit tersebut dan tinggal di mes RSUD. "Sudah menghilang pada hari sebelumnya yaitu hari Senin pukul 18.00 WIB," kata Raja Kosmos dalam keterangan yang dikutip Kamis (16/7/2026). Korban baru bertugas magang sejak 1 Juli 2026.
Temuan di Lokasi Kejadian
Proses identifikasi awal dilakukan tim kepolisian di lokasi penemuan jenazah. Petugas menemukan sebuah tas di samping korban yang berisi kartu identitas, telepon genggam, dan sejumlah peralatan medis. Barang-barang tersebut kini menjadi barang bukti penyelidikan.
Dalam video yang beredar di masyarakat, terlihat anggota keluarga korban menangis histeris di lokasi penemuan. Jasad Alex ditemukan di semak-semak yang berada di luar pagar rumah sakit, bukan di area utama kompleks RSUD.
Proses Autopsi dan Penyelidikan
Guna mengetahui penyebab pasti kematian, polisi membawa jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Autopsi dilakukan oleh tim dokter forensik kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, hasil autopsi belum diumumkan secara resmi.
Polres Siak masih mendalami kronologi hilangnya korban pada Senin malam. Belum ada keterangan resmi mengenai dugaan kekerasan atau tanda-tanda mencurigakan lainnya pada tubuh korban. Penyidik masih menunggu hasil laboratorium dan pemeriksaan toksikologi.
Keluarga Menanti Kejelasan
Keluarga korban dilaporkan telah tiba di Siak untuk mengurus proses pemulangan jenazah. Mereka mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan. Sebagai residen yang baru sepekan bertugas, keseharian korban di rumah sakit masih menjadi fokus pendalaman penyidik.
Pihak RSUD Tengku Rafi'an Siak belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait peristiwa ini. Rumah sakit disebut tengah berkoordinasi dengan institusi pendidikan tempat Alex menempuh program PPDS.