Pencarian

IHSG Terperosok ke 6.033 pada Sesi Awal, Saham Batu Bara dan Energi Lain Tertekan

Kamis, 16 Juli 2026 • 10:41:01 WIB
IHSG Terperosok ke 6.033 pada Sesi Awal, Saham Batu Bara dan Energi Lain Tertekan
IHSG dibuka melemah ke level 6.033 pada sesi awal perdagangan, dipimpin oleh tekanan pada saham sektor energi dan batu bara.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 6.056,75 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.076,53 sebelum berbalik arah. Level terendah harian tercatat di 6.024,48. Posisi saat ini masih berada di bawah level penutupan sebelumnya yang sebesar 6.041,97.

Saham Energi Paling Tertekan: RATU dan RMKE Anjlok

Dari sektor energi, saham Raharja Energi Cepu (RATU) menjadi salah satu yang paling tertekan dengan koreksi 1,93% ke level 5.075. Saham RMK Energy (RMKE) juga ambles 2,82% ke level 2.410, menjadi yang terbesar persentase penurunannya di sektor ini.

Tekanan juga terasa pada emiten batu bara besar. Saham Bukit Asam (PTBA) turun 0,83% ke level 2.400, sementara Baramulti Suksessarana (BSSR) melemah tipis 0,23% ke level 4.300. Indo Tambangraya Megah (ITMG) ikut terkoreksi 0,21% ke level 23.975.

Lima Saham Energi yang Justru Menguat di Tengah Tekanan

Meski mayoritas saham energi tertekan, beberapa emiten justru mencatatkan penguatan terbatas. Indika Energy (INDY) memimpin dengan kenaikan 2,23% ke level 2.290, disusul ABM Investama (ABMM) yang naik 1,65% ke level 2.460.

  • Adaro Andalan Indonesia (AADI): menguat 0,59% ke level 8.525
  • Golden Energy Mines (GEMS): naik 0,38% ke level 6.525

Sementara itu, saham-saham energi lain seperti Bayan Resources (BYAN), Transcoal Pacific (TCPI), dan Adaro Energy (ADRO) bertahan di level yang sama tanpa perubahan harga signifikan.

Koreksi di Tengah Optimisme: Sinyal Aksi Ambil Untung?

Pelemahan IHSG dan saham energi pagi ini terjadi setelah indeks mencatatkan penguatan pada sesi sebelumnya. Para analis melihat koreksi ini lebih sebagai aksi ambil untung jangka pendek (profit taking) ketimbang perubahan fundamental pasar.

“Pergerakan IHSG yang sempat menyentuh level tertinggi 6.076 sebelum berbalik menunjukkan adanya resistensi kuat di level psikologis 6.100. Investor cenderung merealisasikan keuntungan di awal sesi,” ujar seorang analis pasar modal yang enggan disebut namanya. Ia menambahkan, volume perdagangan yang masih rendah di awal sesi juga memperkuat sinyal koreksi teknis ini.

Investasi mengandung risiko. Pergerakan IHSG dan saham sektor energi masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama pergerakan harga komoditas batu bara global dan data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis malam nanti.

Bagikan
Sumber: listrikindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks