KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Wajah industri konstruksi nasional kini tidak lagi hanya berkutat pada urusan semen dan baja. PT Brantas Abipraya (Persero), salah satu perusahaan BUMN konstruksi terkemuka, tengah melakukan akselerasi besar-besaran pada sistem manajemen internalnya. Langkah ini tercermin dari dibukanya posisi strategis Odoo Developer untuk memperkuat fondasi digital perusahaan dalam mengelola proyek-proyek infrastruktur skala besar.
Kebutuhan akan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang tangguh menjadi alasan utama di balik rekrutmen ini. Odoo Developer di Brantas Abipraya tidak sekadar menulis baris kode, melainkan menjadi arsitek sistem yang memastikan seluruh proses bisnis, mulai dari pengadaan hingga manajemen proyek, berjalan sinkron dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi.
Manajemen Brantas Abipraya menetapkan standar kompetensi yang spesifik guna memastikan kandidat terpilih mampu langsung beradaptasi dengan kompleksitas data perusahaan. Fokus utama terletak pada penguasaan bahasa pemrograman Python dan pemahaman mendalam terhadap framework Odoo.
Satu hal yang menarik dari lowongan ini adalah penekanan pada aspek komunikasi. Seorang Odoo Developer di BUMN ini dituntut mampu menerjemahkan kebutuhan pengguna (user) yang seringkali awam terhadap istilah teknis menjadi solusi digital yang fungsional. Kemampuan analisis dan