PANGKALPINANG — Sebanyak 958 orang telah menjadi alumni Program Kelas Beasiswa PT TIMAH (Persero) Tbk yang berlangsung di SMAN 1 Pemali, Kabupaten Bangka. Program pendidikan berasrama yang dimulai sejak tahun 2000 itu terus berjalan hingga 2026, mencetak lulusan yang kini berkiprah di berbagai bidang profesi.
Program ini merupakan komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mendukung pendidikan bagi pelajar berprestasi dari keluarga berpenghasilan rendah di lingkar tambang. Para siswa tidak hanya dibebaskan dari biaya pendidikan, tetapi juga tinggal di asrama dengan sistem boarding school.
Selain pelajaran akademik, program ini menekankan pembinaan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan pengembangan soft skill. Ketua Alumni Kelas Unggulan SMA Satu yang juga alumni Program Pemali Boarding School PT TIMAH, Idu Papinda Jaya, menceritakan pengalamannya lulus pada 2006 lalu.
“Tidak hanya beasiswa pada saat SMA, waktu keterima di ITB saya saat itu masih mendapatkan support dari PT TIMAH untuk biaya kuliah. Selama ikut program beasiswa PT TIMAH di asrama itu tidak selalu mengenai pelajaran dan akademik, tapi hal yang penting untuk pembentukan karakter diperoleh dari asrama, seperti kedisiplinan dan kemandrian, belajar berinteraksi bersosialisasi dengan rekan-rekan dari berbagai daerah,” katanya beberapa waktu lalu.
Idu Papinda Jaya merupakan salah satu contoh nyata keberhasilan program ini. Setelah lulus dari SMAN 1 Pemali, ia langsung diterima di Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (ITB). Dukungan dari PT TIMAH tidak berhenti di bangku SMA, melainkan berlanjut untuk biaya kuliah di perguruan tinggi.
Program yang telah berjalan lebih dari dua dekade ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mencetak generasi muda unggul dan berdaya saing. PT TIMAH menyebut langkah ini sebagai upaya menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Hingga tahun 2026, total 958 alumni telah lahir dari program Kelas Beasiswa di SMAN 1 Pemali. Mereka kini bekerja di berbagai sektor, mulai dari industri, pemerintahan, hingga wirausaha. Program ini dinilai menjadi salah satu langkah konkret perusahaan dalam mendukung akses pendidikan berkualitas di wilayah operasionalnya.
Dengan sistem asrama, para siswa belajar hidup mandiri dan berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai daerah. Hal itu menjadi bekal penting saat mereka melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja.