MENTOK — Husni resmi dilantik sebagai Ketua PWI Kabupaten Bangka Barat untuk periode 2026-2029. Prosesi pelantikan berlangsung di Mentok, Kamis (21/5/2026), dipimpin langsung oleh Ketua PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Mohammad Fathurrakhman, yang akrab disapa Boy.
Husni terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) II PWI Bangka Barat 2026. Tema yang diusung dalam pelantikan kali ini adalah “Membangun Sinergi, Menjaga Etika PWI Bangka Barat Sebagai Garda Terdepan Literasi Publik”.
Bukan Sekadar Seremonial Organisasi
Boy menegaskan bahwa pelantikan pengurus baru bukanlah agenda seremonial belaka. Ia menyebut amanah ini menjadi tanggung jawab besar untuk memajukan marwah organisasi profesi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia.
“Atas nama PWI Babel kami mengucapkan selamat kepada pengurus yang sudah dilantik. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk memajukan marwah organisasi profesi wartawan tertua dan terbesar di tanah air ini,” tegas Boy dalam sambutannya.
Wartawan Diminta Jadi Benteng Hoaks dan Ujaran Kebencian
Ketua PWI Babel mengingatkan bahwa dunia pers saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga derasnya arus informasi digital yang kerap tidak terverifikasi menjadi ancaman nyata.
Boy menekankan, wartawan dituntut untuk tetap profesional dan berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Menurutnya, PWI harus mampu menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.
“Tantangan dunia pers menuntut kita tetap teguh pada Kode Etik Jurnalistik. Kita harus menjadi benteng dari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian,” ujarnya.
Sinergi dengan Pemda dan Masyarakat Jadi Kunci
Kepengurusan PWI Bangka Barat periode 2026-2029 diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjaga kualitas informasi publik di tengah maraknya konten digital yang tidak terverifikasi.
Pelantikan ini menjadi momentum bagi insan pers di Bangka Barat untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap independensi dan profesionalisme. Husni dan jajaran pengurus baru memiliki pekerjaan rumah besar: menjaga kepercayaan publik terhadap profesi wartawan di era banjir informasi.